Di Balik Kebangkitan Luke Shaw: Mengapa Ia Tetap Penting bagi Manchester United

Luke Shaw, pemain paling lama bertahan di MU, habis-habisan bangkit dari cedera. Artikel ini mengungkap proses rekonstruksinya dan mengapa ia tetap penting.

Diterbitkan 04 Desember 2025, 02:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ia tidak lagi hanya menjadi full-back tradisional, tetapi juga ditempatkan sebagai bek tengah kiri dalam formasi tiga bek, peran yang pernah ia jalani sesekali di masa lalu, tetapi kini mulai menjadi tugas reguler.

Di media sosial beberapa waktu lalu muncul statistik yang menurunkan penilaiannya, terutama soal jumlah umpan silang dan peluang tercipta. Namun, angka itu sesungguhnya membandingkan dua posisi berbeda.

Sebagai bek tengah, tugas Shaw kini lebih fokus pada membaca arah serangan, menutup ruang, dan menjaga sirkulasi bola di area pertahanan.

Danny Higginbotham bahkan menyebut kehadiran Shaw sebagai keuntungan taktis. Menurutnya, full-back di dalam struktur tiga bek memberi fleksibilitas untuk berubah menjadi lini empat ketika wing-back naik membantu serangan.

“Ia tenang, bagus dalam penguasaan bola, dan mampu membantu serangan dengan over-lap maupun under-lap,” ujarnya.

United sendiri menilai Shaw sebagai pemain yang memahami permainan dengan sangat baik, sulit dilewati dalam situasi satu lawan satu, dan memiliki kualitas distribusi yang stabil.

Konsistensi Baru dan Pengaruh di Ruang Ganti

Bukan hanya di lapangan, Shaw juga berkembang di luar permainan. Ia kini datang lebih awal di Carrington, bahkan sering hadir saat hari libur untuk latihan tambahan. Sikap profesional ini diapresiasi staf pelatih dan rekan setimnya.

Ia juga mulai menjalin hubungan erat dengan pemain baru, termasuk Matheus Cunha, dan menjadi figur positif di ruang ganti yang kini jauh lebih harmonis dibandingkan satu tahun lalu.

Namun perjalanan ini tidak sepenuhnya mulus. Ia menerima kritik tajam setelah pertandingan melawan Everton, dan Gary Neville menegaskan bahwa Shaw tampak bergerak tanpa urgensi.

Kritik itu tidak mengejutkan, tetapi performa konsisten di laga berikutnya, termasuk saat tampil solid di Selhurst Park, membuktikan bahwa ia telah kembali ke level yang diharapkan.

Di tengah semua itu, Shaw tetap menyimpan ambisi pribadi, yaitu kembali ke tim nasional Inggris. Meski baru mencatat 34 caps, ia selalu menjadi opsi yang dipertimbangkan selama delapan dari sebelas tahun terakhir.

 
 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan