Media Argentina Beber Akta Asli Kakek Facundo Garces: Lahir di Santa Fe, Bukan Malaysia

Media Argentina membongkar akta asli kakek Facundo Garces, Carlos Rogelio Fernandez, yang ternyata lahir di Santa Fe, Argentina, bukan Malaysia, mengungkap skandal naturalisasi.

OlehThomas
Diterbitkan 31 Oktober 2025, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Media Argentina, Capital de Noticias (CDN), baru-baru ini membongkar kebenaran di balik klaim asal-usul kakek Facundo Garcés, pemain yang sebelumnya disebut memiliki garis keturunan Malaysia. Pembongkaran ini dilakukan setelah FIFA menjatuhkan sanksi keras terkait pemalsuan dokumen naturalisasi.

Akta kelahiran asli yang dirilis CDN secara tegas membantah klaim Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) yang menyebut kakek Garcés lahir di Penang. Temuan ini mengguncang dunia sepak bola dan mempertanyakan integritas proses naturalisasi.

Dokumen resmi tersebut menunjukkan bahwa Carlos Rogelio Fernandez, kakek Facundo Garcés, dilahirkan di Santa Fe, Argentina, tepatnya di Villa Maria Selva, pada 29 Mei 1930. Informasi ini sangat kontras dengan narasi FAM yang mengklaim Fernandez lahir di Penang, Malaysia, pada tanggal yang sama.

Kasus ini mencuat ke publik setelah FIFA menemukan adanya manipulasi dalam dokumen yang diajukan FAM untuk proses naturalisasi beberapa pemain. Kejanggalan ini menjadi titik awal terungkapnya skandal besar.

Skandal ini tidak hanya menyeret nama Facundo Garcés, tetapi juga beberapa pemain berdarah Argentina lainnya seperti Imanol Machuca dan Rodrigo Holgado, serta empat pemain lain. Mereka semua dijatuhi sanksi larangan bermain selama 12 bulan oleh FIFA.

Temuan media Argentina ini semakin memperkuat bukti bahwa upaya naturalisasi pemain di Malaysia telah dilakukan dengan cara yang tidak sah. Ini menunjukkan adanya praktik tidak etis dalam rekrutmen pemain.

Klaim Palsu Asal Usul Kakek Facundo Garces Terbongkar

Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) sebelumnya gencar mengklaim bahwa kakek Facundo Garcés, Carlos Rogelio Fernandez, lahir di Penang, Malaysia, pada 29 Mei 1930. Klaim ini menjadi dasar utama untuk membenarkan status naturalisasi Facundo Garcés sebagai pemain tim nasional Malaysia. Informasi tersebut digunakan untuk memenuhi persyaratan FIFA terkait garis keturunan pemain naturalisasi, yang mengharuskan adanya hubungan darah dengan negara yang diwakili.

Namun, kebenaran terungkap setelah media Argentina, Capital de Noticias (CDN), pada 30 Oktober 2025, merilis akta kelahiran asli Carlos Rogelio Fernandez. Dokumen otentik tersebut secara jelas menunjukkan bahwa Fernandez lahir di Santa Fe, Argentina, tepatnya di Villa Maria Selva. Akta ini mencatat Fernandez dilahirkan pada 29 Mei 1930, dengan ibunya, Sebastiana Justa Fernandez, yang berkewarganegaraan Argentina, menyatakan kelahirannya di rumah mereka di Jalan 22, Santa Fe. Detail ini secara spesifik membantah klaim FAM.

CDN juga menambahkan bahwa buyut Garcés, Don Cipriano Garcés dan Sebastiana Justa Fernandez, adalah asli Spanyol dan berprofesi sebagai pedagang. Temuan ini secara telak membantah klaim FAM mengenai "asal-usul Malaysia" Garcés. Dengan demikian, garis keturunan Garcés terbukti sepenuhnya berasal dari Argentina, tanpa ada hubungan langsung dengan Malaysia seperti yang diklaim sebelumnya. Ini mengindikasikan adanya upaya pemalsuan yang disengaja.

Sanksi FIFA dan Keterlibatan Pemain Lain dalam Skandal

Kasus pemalsuan dokumen naturalisasi ini menarik perhatian besar media Argentina karena melibatkan sejumlah pemain berdarah Argentina. Selain Facundo Garcés, nama Imanol Machuca dan Rodrigo Holgado juga ikut terseret dalam skandal ini. Ketiga pemain tersebut, bersama dengan empat pemain lain, yakni Hector Hevel, Jon Irazabal, Joao Figueiredo, dan Gabriel Palmero, dijatuhi sanksi oleh FIFA. Mereka dilarang bermain selama satu tahun penuh.

Sanksi yang diberikan FIFA berupa larangan terlibat dalam pertandingan sepak bola di bawah naungan FIFA selama 12 bulan. Sanksi ini dijatuhkan setelah FIFA menemukan bukti kuat bahwa FAM telah menyerahkan dokumen kelahiran palsu. Dokumen tersebut bertujuan untuk membuktikan garis keturunan Asia para pemain yang akan dinaturalisasi, termasuk kakek Facundo Garcés. Penyelidikan FIFA mengungkap adanya manipulasi data yang sistematis.

FIFA secara tegas menyatakan bahwa dokumen versi Malaysia yang menyebut kelahiran Fernandez di Penang adalah hasil manipulasi. Akibatnya, status kewarganegaraan Malaysia yang sebelumnya diberikan kepada Garcés otomatis batal di mata hukum FIFA.

Facundo Garcés sendiri telah merasakan dampaknya, di mana ia diskors oleh klubnya, Deportivo Alavés, dan dicoret dari daftar pemain musim ini. Ini menunjukkan konsekuensi serius dari tindakan tersebut.

Kronologi dan Dampak Skandal Naturalisasi Malaysia

Sebelum skandal ini terkuak, Facundo Garcés sempat mengklaim memiliki "akar Malaysia dari kakek buyutnya", yang kemudian ia koreksi menjadi "kakek-nenek". Ia bahkan secara resmi memperoleh kewarganegaraan Malaysia pada 2 Juni 2025. Namun, pengakuan ini bertolak belakang dengan pernyataan FIFA yang merilis bahwa neneknya tidak lahir di Malaysia dan tidak memiliki garis keturunan Malaysia. Klarifikasi Garcés tidak cukup untuk meredakan situasi.

FIFA menegaskan bahwa dokumentasi yang diserahkan oleh Federasi Sepak Bola Malaysia terbukti telah dimanipulasi secara sengaja. Skandal ini menjadi pukulan telak bagi proyek naturalisasi pemain asing di Malaysia, yang dalam beberapa tahun terakhir gencar dilakukan untuk memperkuat skuad nasional. Investigasi FIFA juga membuka kemungkinan adanya sanksi tambahan terhadap federasi Malaysia, tergantung pada hasil lanjutan penyelidikan. Reputasi sepak bola Malaysia kini dipertaruhkan.

Bagi Facundo Garcés, temuan ini bukan hanya mencoreng reputasinya di Argentina, tetapi juga menempatkannya dalam posisi sulit secara hukum dan profesional. Kasus ini menyoroti pentingnya verifikasi dokumen secara ketat dalam proses naturalisasi. Kejadian ini juga menjadi pelajaran berharga bagi federasi sepak bola di seluruh dunia untuk menjunjung tinggi integritas dan sportivitas. Integritas olahraga harus selalu diutamakan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan