Karate, Jiu-Jitsu dan Wushu Jadi Penentu Juara Umum PON Bela Diri 2025

Persaingan menjadi juara umum PON Bela Diri 2025 masih terbuka. Tinggal tersisa tiga cabor lagi di saat-saat akhir.

OlehThomas
Diterbitkan 26 Oktober 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Daffa dan Jennifer kembali melanjutkan tren positif setelah sehari lalu masing-masing atlet sukses merebut medali emas di nomor chang quan putra dan putri. Jennifer pun meluapkan rasa gembiranya atas pencapaian dua keping emas yang berhasil diraih dalam dua hari terakhir.

"Saya bangga bisa menyumbangkan dua medali emas untuk Jawa Timur, tetapi perjuangan belum selesai karena masih ada satu pertandingan lagi besok. Semoga saya bisa tetap tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik bagi Jawa Timur," katanya.

Jatim Penuhi Target Emas Wushu

Sementara, Ketua Pengurus Provinsi Wushu Jatim HM Ali Affandi La Nyalla Mahmud Mattalitti menyatakan, target delapan medali emas yang dicanangkan sejak awal akhirnya tercapai. Meski demikian, ia menegaskan para atlet tetap harus rendah hati, mengingat masih ada lima nomor pertandingan yang berpeluang menambah koleksi medali.

"Jadi saya sampaikan ke rekan-rekan atlet dan ofisial, jangan jadikan target ini menjadi beban, tapi justru menjadi inspirasi. Bermain lepas, jangan terlalu tertekan," ujar pria berkacamata yang karib disapa Andi ini.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI), Ngatino, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya PON Bela Diri Kudus 2025. Menurutnya, ajang ini menjadi momentum penting yang mampu membangkitkan kembali semangat para atlet yang telah lama berlatih dan menantikan kesempatan untuk unjuk kemampuan di level nasional. Bagi PBWI, ajang yang berlangsung pada 11-26 Oktober ini menjadi kesempatan penting untuk menjaring dan menggali potensi atlet-atlet berbakat. Data dan rekam jejak para atlet pada ajang multi-event ini juga menjadi bahan pertimbangan utama dalam proses pemanggilan ke pelatnas.

"PON Bela Diri Kudus 2025 menjadi bagian pengamatan kami dalam menilai dan mengambil atlet berdasarkan record pertandingannya," jelasnya.

Persaingan di Karate dan Jiu-Jitsu

Sementara itu, menukil perebutan medali di cabang olahraga karate, sebanyak 242 karateka dari berbagai provinsi di Tanah Air beradu ketangkasan untuk memperebutkan total 60 medali. Satu di antara ratusan karateka yang berlaga di Djarum Arena adalah atlet muda asal Kudus, Muhammad Dzaka Hibatullah, yang mempersembahkan medali perunggu bagi kontingen Jateng pada PON Bela Diri Kudus 2025. Bertanding di nomor kumite -75 kg putra, Dzaka tampil percaya diri sejak babak penyisihan.

Langkahnya terhenti di semifinal setelah kalah dari atlet pelatnas asal Jatim, Ignatius Joshua Kandou. Meski gagal menembus partai final, pencapaian Dzaka tetap menjadi sumber kebanggaan bagi dirinya, keluarga, dan masyarakat Kudus.

Debut di hadapan publik sendiri memberi semangat tersendiri bagi Dzaka. Ia mengaku telah mempersiapkan diri menghadapi lawan-lawan tangguh pada ajang multi-cabang ini. Meski di babak awal lawan-lawan yang dihadapinya tampil kuat, ia terus mendapatkan arahan dari pelatih untuk tetap tampil tenang dan menikmati permainan agar performanya bisa maksimal. "Walaupun cuma perunggu, tapi ini sudah hasil terbaik," Dzaka, sumringah.

Pada daftar akhir perolehan medali cabang olahraga karate, DKI Jakarta menempati posisi teratas dengan total enam medali yang terdiri atas tiga medali emas, satu perak, dan dua perunggu). Jawa Barat (Jabar) menyusul di peringkat kedua dengan tujuh medali (2 emas, 2 perak, dan 3 perunggu), sementara Sulawesi Selatan melengkapi tiga besar lewat raihan enam medali (2 emas, 1 perak, dan 3 perunggu).

Adapun pada daftar terakhir perolehan medali cabang olahraga ju-jitsu, kontingen Jawa Timur menempati posisi teratas dengan raihan delapan medali (5 emas, 2 perak, dan 1 perunggu). Di posisi kedua terdapat Jawa Barat dengan 11 medali (4 emas, 3 perak, dan 4 perunggu), disusul DKI Jakarta di peringkat ketiga dengan enam medali (4 emas dan 2 perunggu). Sementara itu, Jawa Tengah menempati posisi keempat dalam klasemen akhir dengan 1 emas, 7 perak, dan 6 perunggu.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan