Indonesia Para Badminton International 2025 Digelar di Solo, Diikuti 24 Negara

Jumlah negara peserta meningkat dari 10 jadi 24 dengan adanya kenaikan level turnamen Indonesia Para Badminton International 2025.

OlehThomas
Diterbitkan 25 Oktober 2025, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Tentunya, meningkatnya level turnamen ini akan membuat nuansa pertandingan menuju podium tertinggi semakin ketat dan menarik. Di samping itu, kami juga menaruh harapan besar turnamen ini akan menjadi pijakan bagi para atlet untuk mengukir prestasi yang lebih tinggi lagi di panggung dunia di masa yang akan datang,” kata Victor.

Perebutan Poin Menuju Paralympic 2028

Wakil Sekretaris Jenderal National Paralympic Committee (NPC) Indonesia yang juga Ketua Panitia Pelaksana Polytron Indonesia Para Badminton International 2025, Rima Ferdianto menegaskan bahwa turnamen ini menjadi ajang penting perebutan poin menuju Paralympic Los Angeles 2028 serta persiapan menuju ASEAN Para Games ke-13, mengingat status dari kejuaraan ini memiliki predikat Level 1. Oleh karena itu, diharapkan seluruh atlet dapat mengerahkan seluruh kemampuan terbaik untuk menorehkan poin tertinggi.

“Kami berharap agar turnamen ini bermanfaat dalam mendukung atlet para badminton untuk terus berpartisipasi dalam upaya mereka meraih mimpi tertinggi, tentunya di ajang Paralympic Los Angeles 2028 mendatang. Di samping itu juga bisa menjadi persiapan sebelum mereka bertanding pada ASEAN Para Games di Thailand pada Januari 2026. Kepada seluruh peserta kami ucapkan selamat datang di Kota Solo dan selamat bertanding. Junjung tinggi Sportivitas!,” kata Rima.

Atlet Indonesia Siap Bertarung

Sebagai tuan rumah, atlet andalan Indonesia Leani Ratri Oktila siap kembali menunjukkan performa terbaiknya pada Polytron Indonesia Para Badminton International 2025. Peraih medali emas Paralimpiade Paris 2024 ini akan turun di tiga nomor — Tunggal Putri SL 4, Ganda Putri SL 3 – SU 5 bersama Khalimatus Sadiyah, serta Ganda Campuran SL 3 – SU 5 berpasangan dengan Hikmat Ramdani.

Ratri menilai, peningkatan level turnamen tidak hanya membawa gengsi lebih besar, tetapi juga menambah tingkat kesulitan kompetisi, karena diikuti oleh 24 negara dengan pemain-pemain unggulan dunia. Peringkat 1 dunia Ganda Putri SL 3 - SU 5 bersama Khalimatus Sadiyah (per 21 Oktober 2025) ini berharap mampu mempertahankan tradisi emas dan memperkuat dominasi Indonesia di kancah para badminton internasional. .“Naiknya level turnamen menjadi Grade 2 Level 1 tentu sangat membanggakan bagi kami atlet para badminton Indonesia. Selain membuat kami semakin percaya diri karena bisa bertanding pada level tertinggi di negara sendiri, ini juga menjadi motivasi besar bagi atlet muda untuk terus berjuang dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka,” ujar Ratri.

Senada dengan Ratri, Juara Ganda Campuran dan Tunggal Putra SH 6 gelaran tahun sebelumnya, Subhan juga sangat percaya diri bahwa skuad Merah Putih sanggup mempertahankan gelar juara umum untuk keempat kalinya di Polytron Indonesia Para Badminton 2025. Selain itu, Subhan juga mewaspadai negara-negara yang berpotensi menjadi pesaing tangguh Indonesia dalam meraih medali emas.

“Bertambahnya jumlah negara peserta yang bertanding di Polytron Indonesia Para Badminton 2025 tentu akan membuat persaingan dalam perebutan medali emas semakin ketat. Namun, saya optimistis Indonesia masih mampu menjadi yang terbaik di nomor-nomor unggulan seperti tunggal putra dan ganda campuran SH 6, tunggal putra SL 4 dan SU 5, tunggal putri SL 3 dan SL 4, ganda putri SL 3 - SU 5, dan ganda campuran SL 3 - SU 5. Saya sendiri menargetkan untuk dapat menyumbangkan dua emas dari nomor SH 6. Namun, kekuatan negara-negara seperti India, Thailand, dan Malaysia tidak boleh dipandang sebelah mata karena mereka memiliki atlet-atlet bagus. Khusus di nomor SH 6, Thailand adalah salah satu pesaing terberat,” kata Subhan.

 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan