Antara Disiplin dan Kekacauan: Bagaimana Riccardo Calafiori Mengubah Wajah Arsenal

Riccardo Calafiori menjadi bek kiri paling tak terduga di Premier League. Dalam sistem kekacauan terkontrol Mikel Arteta, ia menjelma jadi motor kreativitas baru Arsenal.

Diterbitkan 24 Oktober 2025, 12:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Puncaknya terlihat saat menghadapi West Ham. Calafiori ada di mana-mana, kata laporan usai laga. Ia sempat mengenai tiang gawang dengan kaki kanan dari luar kotak penalti, lalu muncul di tengah lapangan membantu progresi bola.

Kadang posisinya membuat penonton hanya bisa tertawa karena tak masuk akal untuk ukuran bek kiri.

Namun, semua itu bukan kebetulan. Dalam laga lain melawan Nottingham Forest, Calafiori bahkan meminta bola di area yang biasa diisi gelandang serang muda Ethan Nwaneri.

Sebelumnya, ia membantu membangun serangan dari lingkar tengah, menciptakan ruang untuk Martin Odegaard melalui umpan pantul dengan Martin Zubimendi.

Gerakannya ini bukan hal baru. Musim lalu, ia sempat bermain seperti gelandang nomor 10 dalam kemenangan 2-0 atas PSG di Liga Champions. Kini, pola itu berkembang jadi bagian penting dalam cara Arsenal menembus blok lawan.

Dari Kekacauan ke Produktivitas: Dampak Nyata di Lapangan

Bagi Arsenal, kebebasan Calafiori bukan sekadar gaya main, tapi produktivitas yang nyata. Dalam delapan laga Premier League, ia sudah berkontribusi langsung pada tiga gol (satu gol, dua assist) dan terlibat dalam lima aksi kreasi gol, rangkaian dua aksi sebelum gol tercipta.

Beberapa contohnya terjadi ketika Calafiori menyentuh bola sebelum Eberechi Eze mengirim umpan ke Gabriel Martinelli saat melawan Manchester City, dan saat mengirim bola panjang di belakang pertahanan Nottingham Forest yang berujung gol Gyokeres.

Kedua aksi itu menunjukkan kesadaran ruang yang matang dan kemampuan eksekusi cepat tanpa berpikir berlebihan. Menariknya, dua gol itu terjadi tepat setelah babak kedua dimulai, waktu yang sama dengan gol debut Gyokeres melawan Leeds.

Mungkin kebetulan, mungkin tidak, tapi jelas Arsenal memanfaatkan momen transisi ketika lawan belum sepenuhnya siap. Calafiori, dengan kecenderungannya membaca ruang dan bertindak spontan, menjadi alat paling berbahaya dalam situasi tersebut.

Dari Risiko Jadi Kekuatan: Evolusi Fisik dan Konsistensi

Satu-satunya keraguan tentang Calafiori musim lalu adalah ketahanan fisiknya. Enam kali cedera membuatnya hanya tampil 29 kali. Namun, kini ia sudah mencatat delapan starter beruntun di liga, lebih baik dari rekor musim sebelumnya.

Ia menunjukkan konsistensi sejak pramusim, bahkan sempat menutup kekosongan posisi Gabriel di lini belakang dengan overlapping run dari tengah.

Kematangan fisik membuatnya bisa bermain tanpa harus menahan gaya eksplosifnya. Satu-satunya korban dari kebangkitan ini adalah Myles Lewis-Skelly yang posisinya tergeser meski tampil baik di Liga Champions.

Arteta mengakui, Lewis-Skelly tidak melakukan kesalahan apa pun, hanya saja Calafiori sedang tak tergantikan. Ia menjadi simbol dari filosofi baru Arteta: permainan terstruktur, tapi dengan elemen tak terduga di dalamnya.

 
 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • liputan6
    Liga Inggris atau lebih dikenal dengan Liga Primer Inggris merupakan kompetisi utama di Inggris yang diikuti 20 tim untuk mendapatkan gelar
    Liga Inggris
  • Arsenal Football Club adalah klub sepak bola profesional Inggris yang berbasis di London Utara, dikenal dengan julukan The Gunners, dan merupakan salah satu tim tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris dengan banyak gelar domestik dan Eropa.
    Arsenal Football Club adalah klub sepak bola profesional Inggris yang berbasis di London Utara, dikenal dengan julukan The Gunners, dan merupakan salah satu tim tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris dengan banyak gelar domestik dan Eropa.
    Arsenal
  • Premier League
  • Riccardo Calafiori