Validasi Chivu: Inter Kini Sepenuhnya Milik sang Pelatih Baru

“Cuma butuh beberapa pertandingan bagi Chivu untuk memimpin Inter dengan joystick,” tulis Tuttosport. “Kemenangan keenam beruntun dan posisi pertama di Serie A: tepuk tangan.”

Diterbitkan 19 Oktober 2025, 22:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cristian Chivu mulai menulis kisahnya sendiri di Inter Milan. Dalam enam laga terakhir di semua kompetisi, Nerazzurri meraih enam kemenangan beruntun. Terbaru, kemenangan 1-0 atas tuan rumah AS Roma di Serie A mengirim pesan jelas: Inter telah menemukan keseimbangan baru di bawah kendali pelatih asal Rumania itu.

Media Italia pun sepakat. Dari La Gazzetta dello Sport hingga Tuttosport, semua memberikan nilai 7 untuk Chivu, menandakan satu hal—Inter kini sepenuhnya berada di bawah komando pria berusia 44 tahun itu.

“Cuma butuh beberapa pertandingan bagi Chivu untuk memimpin Inter dengan joystick,” tulis Tuttosport. “Kemenangan keenam beruntun dan posisi pertama di Serie A: tepuk tangan.”

Di bawah sorotan lampu Stadio Olimpico, kemenangan tipis atas Roma bukan sekadar tiga poin. Chivu meninggalkan Roma dengan sesuatu yang lebih berharga—validasi.

Inter di Bawah Kendali Chivu

Kemenangan 1-0 di Roma memperlihatkan Inter yang matang, terorganisir, dan sepenuhnya menguasai permainan. Corriere dello Sport menulis, “Timnya mencetak gol, bertarung, menderita, lalu menang. Sebuah tim solid dengan karakter kuat, kemenangan penting setelah Napoli terpeleset. Puncak klasemen sudah diraih, kini menunggu Milan.”

Chivu membangun Inter dengan keseimbangan antara disiplin dan karakter. Ia bukan sekadar memimpin dari pinggir lapangan, tetapi mengendalikan ritme permainan layaknya pemain yang memegang stik permainan. Ungkapan dari Tuttosport menggambarkan betapa Inter kini bermain dengan kontrol yang hampir sempurna: “Cuma butuh beberapa pertandingan bagi Chivu untuk memimpin Inter dengan joystick.”

Laporan dari L’Interista menegaskan bahwa semua media besar sepakat: Chivu meninggalkan Roma bukan hanya dengan kemenangan, melainkan dengan pengakuan sebagai pelatih yang benar-benar memahami timnya.

Inter dan Kolektivitas Tanpa Celah

Kemenangan atas Roma tak hanya tentang strategi, tetapi juga soal kebersamaan. Tuttosport menyoroti bahwa tak ada satu pun pemain Inter yang tampil di bawah standar. Yann Sommer yang sempat melakukan kesalahan di Turin bulan lalu kini membayar tuntas dengan penampilan solid bernilai 7.

Francesco Acerbi, Nicolo Barella, Henrikh Mkhitaryan, dan pencetak gol tunggal Ange-Yoan Bonny juga mendapat nilai sama. Tentang Bonny, media menulis, “Di bawah tatapan Thuram dari tribune, ia bergerak seperti Thuram saat mencetak gol,” sebuah penghormatan simbolis untuk momen yang menentukan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Sementara itu, trio Manuel Akanji, Alessandro Bastoni, dan Federico Dimarco memperoleh nilai 6,5, diikuti oleh Denzel Dumfries, Hakan Calhanoglu, Lautaro Martinez, Pio Esposito, dan Luka Sucic yang masing-masing mendapat 6. Tidak ada titik lemah, tidak ada kelengahan, dan tidak ada penurunan intensitas. Semua bergerak dengan satu irama—irama yang dimainkan oleh Chivu.

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan