Apakah Patrick Kluivert Dipecat PSSI? Ini Penjelasan Resmi dan Kronologi Pengakhiran Kerja Sama

PSSI mengumumkan pengakhiran kerja sama dengan Patrick Kluivert setelah kegagalan Timnas di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Simak informasi detailnya di sini.

Diterbitkan 17 Oktober 2025, 15:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PSSI telah resmi mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia.

Keputusan penting ini disampaikan pada Kamis, 16 Oktober 2025, dan turut berlaku untuk seluruh tim kepelatihan yang mendampingi Kluivert di berbagai level.

Pengakhiran kontrak ini dilakukan tak lepas dari performa skuad Garuda di bawah arahan pelatih asal Belanda tersebut.

PSSI menegaskan bahwa perpisahan ini dicapai melalui mekanisme 'mutual termination' atau kesepakatan bersama, bukannya pemecatan sepihak.

Pengumuman ini menjawab pertanyaan publik mengenai apakah Patrick Kluivert dipecat atau ada kesepakatan bersama.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sebelumnya telah menyampaikan apresiasi atas kontribusi Kluivert dan timnya selama hampir 12 bulan masa jabatannya.

Kronologi Penunjukan hingga Berakhirnya Kiprah Kluivert di Timnas Indonesia

Patrick Kluivert ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia pada awal Januari 2025, menggantikan Shin Tae-yong. Ia dikontrak selama dua tahun, dengan opsi perpanjangan, membawa harapan baru bagi sepak bola nasional.

Selama kurang lebih sembilan bulan masa jabatannya, Kluivert memimpin Timnas Indonesia dalam delapan pertandingan. Catatan performa Timnas Indonesia adalah tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan empat kekalahan, dengan rata-rata 1,25 poin per pertandingan.

Puncak kekecewaan terjadi di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Timnas Indonesia mengalami dua kekalahan krusial, yaitu kalah tipis 2-3 dari Arab Saudi pada 9 Oktober 2025 dini hari WIB, kemudian takluk 0-1 dari Irak pada 12 Oktober 2025 dini hari WIB.

Hasil buruk ini membuat skuad Garuda mengoleksi nol poin dan berada di dasar Grup B, sehingga memupus asa Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Kegagalan ini menjadi pemicu utama evaluasi internal PSSI.

Alasan Utama dan Terminologi 'Mutual Termination'

PSSI menyampaikan, jalan penghentian kerja sama dengan Patrick Kluivert dipilih lantaran mempertimbangkan dinamika internal serta arah strategis pembinaan tim nasional ke depannya.

Dalam situs resminya, PSSI secara eksplisit menggunakan terminologi 'mutual termination' untuk menjelaskan bahwa perpisahan ini dilakukan atas dasar persetujuan kedua belah pihak.

 

Reaksi dan Langkah Selanjutnya PSSI

Sebelumnya, Patrick Kluivert menyatakan kekecewaan dan penyesalannya atas kegagalan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia. Walau demikian, da tetap bangga dengan apa yang telah dibangun bersama selama masa kepelatihannya.

"Meski saya amat kecewa dan menyesal pada fakta bahwa kita tidak berhasil lolos Piala Dunia, saya akan selalu bangga dengan apa yang telah kita bangun bersama," tulis Kluivert lewat unggahan Instagram-nya, Kamis (16/10/2025).

"Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada para fans, pemain, staf, serta Bapak Erick Thohir (Ketua Umum PSSI) atas perjalanan yang tidak terlupakan ini," tambahnya.

Dengan cabutnya Patrick Kluivert bersama seluruh staf kepelatihan asal Belanda, termasuk Alex Pastoor, Denny Landzaat, Gerald Vanenburg (U-23), dan Frank van Kempen (U-20), PSSI akan segera memulai proses pencarian pelatih baru untuk memimpin tim nasional di masa mendatang.

Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyambut baik keputusan PSSI dan mendesak federasi untuk segera mencari pengganti yang tepat.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Afrika Selatan vs Kanada Sudah Mulai, Dapatkan Link Live Streaming Piala Dunia 2026

Theresia Melinda IndrasariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan