Beri Dukungan Palestina di Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Norwegia Terancam Disanksi FIFA

Norwegia terancam disanksi FIFA setelah suporter mereka menunjukkan dukungan masif untuk Palestina dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Israel, memicu pertanyaan tentang netralitas olahraga.

OlehThomas
Diterbitkan 15 Oktober 2025, 14:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Lebih lanjut, Pasal 4 ayat 5 Law of the Games 2021/2022 yang dirilis IFAB secara tegas melarang atribut yang berkaitan dengan politik serta pandangan pribadi soal politik dan agama dalam sepak bola. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat berujung pada sanksi serius bagi federasi atau klub yang terlibat.

Potensi Sanksi dan Preseden FIFA

Akibat insiden dukungan terhadap Palestina, Norwegia kini menghadapi potensi sanksi dari FIFA yang tengah melakukan penyelidikan. Hukuman yang mungkin dijatuhkan bisa beragam, mulai dari denda dalam jumlah besar hingga pengosongan stadion pada laga berikutnya atau penutupan sebagian area stadion.

Dalam kasus pelanggaran yang dianggap sangat serius, FIFA bahkan dapat mempertimbangkan pembatalan hasil pertandingan. Sanksi administratif juga bisa dijatuhkan kepada Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) jika terbukti lalai dalam mengendalikan perilaku penonton di stadion.

FIFA memiliki preseden panjang dalam menjatuhkan sanksi terkait isu politik. Contohnya, Serbia pernah didenda karena nyanyian dan spanduk bernuansa politik, sementara klub Skotlandia Glasgow Celtic dan klub Irlandia Dundalk FC juga didenda oleh UEFA karena mengibarkan bendera Palestina. Indonesia bahkan pernah dibekukan oleh FIFA pada tahun 2015 karena intervensi pemerintah dalam urusan federasi sepak bolanya.

Sikap Tegas Norwegia dan Desakan Sanksi untuk Israel

Norwegia dikenal sebagai negara yang vokal dalam mengkritik agresi militer di Gaza, bahkan pernah menyuarakan agar Israel dikeluarkan dari kompetisi internasional. Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) menunjukkan komitmennya dengan mengumumkan bahwa seluruh hasil penjualan tiket pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Israel akan disumbangkan untuk upaya kemanusiaan di Gaza.

Presiden NFF, Lise Klaveness, menyatakan bahwa sepak bola harus menjadi jembatan kemanusiaan dan mereka tidak bisa bersikap netral melihat penderitaan warga sipil. Klaveness secara pribadi berpendapat bahwa standar yang sama harus diterapkan untuk semua negara, seperti saat Rusia diskors dari sepak bola internasional.

Klaveness, yang juga anggota komite eksekutif UEFA, bahkan menyatakan dalam podcast 'Pop and Politics' bahwa tindakan Israel di Gaza seharusnya membuat tim nasionalnya dilarang mengikuti kualifikasi Piala Dunia, serupa dengan larangan terhadap Rusia sejak invasinya ke Ukraina pada 2022. Desakan untuk skors Israel UEFA ini juga didukung oleh Presiden Federasi Sepak Bola Turki, Ibrahim Haciosmanoglu, yang telah menyurati FIFA dan UEFA.

Reaksi Internasional dan Konsistensi FIFA

Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya telah menyerukan agar para pengunjuk rasa tetap tenang menjelang laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan menyatakan bahwa semua pihak harus mendukung proses perdamaian. Meski banyak tekanan dan kecaman internasional terhadap Israel, UEFA dan FIFA sejauh ini masih melindungi partisipasi tim Israel di kompetisi internasional.

Kebijakan FIFA yang melarang politik dalam sepak bola seringkali disorot sebagai hipokrit, terutama ketika membandingkan respons terhadap konflik di Palestina dan Ukraina. Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Store, menyebut situasi di Gaza "katastrofik" dan menegaskan dukungan Norwegia kepada pemerintah Palestina, menunjukkan dukungan politik negara terhadap sikap NFF.

Timnas Norwegia sendiri yang diperkuat bintang seperti Erling Haaland, tengah berjuang lolos ke Piala Dunia pertama sejak 1998. Kemenangan dalam pertandingan melawan Israel ini sangat penting untuk mendekatkan mereka pada tiket putaran final di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tahun depan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan