Rabiot Sebut Laga Milan vs Como di Australia Gila, CEO Serie A Balik Sindir Soal Uang

Rencana Serie A menggelar laga Milan vs Como di Australia menuai kritik dari Rabiot, tapi langsung dibalas tajam oleh CEO liga, Luigi De Siervo

Diterbitkan 11 Oktober 2025, 08:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Serie A membuat langkah berani dengan mengumumkan rencana menggelar pertandingan AC Milan melawan Como di Perth, Australia. Laga ini akan menjadi sejarah baru karena menjadi pertandingan Serie A pertama yang dimainkan di luar Italia. Keputusan ini disebut sebagai bagian dari strategi untuk memperluas pasar dan mempromosikan sepak bola Italia secara global.

Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Februari 2026, dengan izin khusus dari UEFA. Otoritas sepak bola Eropa itu menyebut keputusan ini diambil karena “keadaan luar biasa”, mengingat San Siro akan digunakan untuk Olimpiade Musim Dingin 2026 pada akhir pekan yang sama. Meski begitu, langkah ini langsung menimbulkan pro dan kontra di kalangan pemain dan penggemar.

Sebagian pihak menilai langkah itu positif untuk menumbuhkan pamor Serie A di luar negeri. Namun, banyak pula yang menilai laga sejauh 14 ribu kilometer dari Italia akan menambah beban fisik para pemain di tengah jadwal padat. Kritik paling keras justru datang dari salah satu pemain top Serie A sendiri, Adrien Rabiot.

Pemain AC Milan asal Prancis itu melontarkan pernyataan pedas soal rencana tersebut, menilai ide membawa Serie A ke Australia sama sekali tidak masuk akal. Komentarnya langsung menjadi bahan perdebatan panas di media dan dunia sepak bola Italia.

Rabiot Sebut Ide Serie A ke Australia Gila

Adrien Rabiot tidak menahan diri ketika diminta pendapatnya soal keputusan Serie A itu. Dalam wawancara dengan Le Figaro, ia menyebut rencana laga Milan vs Como di Perth sebagai langkah yang 'benar-benar gila'. Gelandang Prancis itu menilai keputusan itu lebih didorong oleh motif komersial ketimbang alasan olahraga.

Menurutnya, tidak masuk akal jika pemain harus terbang belasan ribu kilometer hanya untuk pertandingan domestik. Rabiot menilai keputusan tersebut akan menambah kelelahan di tengah padatnya jadwal kompetisi dan turnamen internasional. “Ini benar-benar gila. Ini adalah perjanjian finansial untuk memberikan visibilitas kepada liga, hal-hal yang berada di luar jangkauan kami,” ucapnya.

>Komentar itu langsung menarik perhatian publik dan menjadi simbol perlawanan pemain terhadap beban jadwal yang semakin berat. Banyak yang menilai Rabiot berani menyuarakan hal yang selama ini dirasakan banyak pesepak bola lain. Namun, pendapatnya juga dianggap menentang arah kebijakan besar Serie A untuk menembus pasar global.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Reaksi terhadap pernyataan Rabiot pun muncul dari berbagai pihak. Tetapi yang paling keras datang dari pucuk pimpinan Serie A sendiri, Luigi De Siervo, yang merasa komentar itu terlalu menyudutkan liga dan tidak mencerminkan realitas bisnis sepak bola modern.

Halaman
Show All
Dimas Ardi PrasetyaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan