Dua Gol Haaland Tak Cukup, Apakah Man City Belum Benar-Benar 'Kembali'?

Manchester City ditahan imbang 2-2 oleh AS Monaco di Liga Champions. Meski Erling Haaland cetak dua gol, performa City masih belum meyakinkan dan memunculkan tanda tanya soal konsistensi mereka.

Diterbitkan 03 Oktober 2025, 06:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Musim ini, Manchester City kembali menghadapi pertanyaan besar: apakah mereka sudah kembali ke bentuk terbaiknya? Setelah bertahun-tahun mendominasi, penurunan performa musim lalu membuat publik bertanya-tanya apakah era dominasi City sudah mulai meredup.

Hasil imbang 2-2 melawan AS Monaco di Liga Champions hanya memperpanjang keraguan itu. Meski tampil baik di beberapa momen, City tetap rentan dan gagal menutup laga meski sudah unggul lebih dulu. Penalti di menit akhir membuat kemenangan yang sudah di depan mata sirna begitu saja.

Pep Guardiola dan Bernardo Silva sempat ditanya soal performa tim sebelum pertandingan. Jawaban mereka menggambarkan kebingungan: City terlihat bagus di beberapa aspek, tapi masih belum stabil. Hal ini juga tercermin di laga kontra Monaco.

Dua gol Erling Haaland seolah jadi bukti potensi besar City, namun celah di lini belakang dan kegagalan menjaga konsistensi menunjukkan pekerjaan rumah besar bagi Guardiola. Lantas, apakah City benar-benar sudah “kembali”?

Pep Guardiola Puas, Tapi City Masih Gagal Menang

Manchester City tampil dominan dalam beberapa fase laga di Stade Louis II, namun tak mampu mempertahankan keunggulan. Dua kali unggul, dua kali pula mereka disamakan. Gol penalti Eric Dier di menit akhir membuat City harus puas dengan skor 2-2.

Guardiola menilai timnya bermain bagus secara keseluruhan. “Kami bermain sangat baik. Kami menciptakan banyak peluang dan hanya kebobolan sedikit. Saya senang dengan performa tim,” ujarnya. Namun, sang manajer juga mengakui kelemahan di momen akhir, terutama saat gagal mengantisipasi bola mati.

Pelatih asal Spanyol itu menilai, secara peluang, City layak menang. Tapi hasil di lapangan berkata lain. Ini menjadi cerminan bahwa meski performa meningkat dibanding musim lalu, City masih belum mencapai level terbaik mereka.

Guardiola mencoba mengambil sisi positif, namun fakta bahwa City belum menang dalam lima laga tandang terakhir di Liga Champions jelas menjadi catatan serius.

Erling Haaland Masih Garang, Tapi Tak Cukup Selamatkan City

Satu hal yang masih bisa diandalkan dari Manchester City adalah ketajaman Erling Haaland. Striker asal Norwegia itu mencetak dua gol brilian, menunjukkan kelasnya sebagai penyerang nomor 9 terbaik dunia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Gol pertama Haaland lahir dari umpan cerdas Josko Gvardiol. Dengan gerakan cepat di antara tiga bek Monaco, Haaland menuntaskan peluang dengan sontekan halus melewati kiper Philipp Kohn. Gol kedua bahkan lebih indah: sundulan kuat hasil membaca arah bola silang lambat dari Nico O’Reilly. Pep Guardiola memuji penyerangnya itu. “Atletisme Haaland luar biasa. Dia membuat hal sulit tampak mudah,” kata sang pelatih. Namun dua gol tersebut tak cukup memastikan kemenangan. Haaland sendiri justru lebih kritis. Usai laga, ia mengatakan tim “butuh lebih banyak energi” dan mengaku City “tidak pantas menang”. Perbedaan pandangan antara pelatih dan pemain ini menggambarkan keresahan yang belum terselesaikan di dalam skuad.

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan