San Siro: Dari Jejak Sejarah Menuju Era Baru

San Siro bukan sekadar stadion. Bagi AC Milan dan Inter Milan, ia adalah rumah, panggung kejayaan, sekaligus saksi bisu sejarah panjang sepak bola Italia.

Diterbitkan 01 Oktober 2025, 10:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta San Siro bukan sekadar stadion. Bagi AC Milan dan Inter Milan, ia adalah rumah, panggung kejayaan, sekaligus saksi bisu sejarah panjang sepak bola Italia. Namun, era baru tengah menanti. Kedua klub raksasa Serie A itu bersiap menyongsong transformasi besar melalui proyek pembangunan stadion modern yang telah mendapatkan lampu hijau dari Dewan Kota Milan.

Kesepakatan akuisisi lahan San Siro dan area sekitarnya senilai 197 juta euro (sekitar Rp 3,9 triliun) pada September 2025 menjadi titik balik. Dari sini, lahirlah rencana menghadirkan stadion masa depan yang tak hanya akan menampung pertandingan, tetapi juga menjadi pusat multifungsi dengan ruang hijau, fasilitas publik, dan aktivitas komersial.

Proyek ini tak hanya berbicara soal infrastruktur. Ia adalah upaya meningkatkan daya saing Milan dan Inter di kancah Eropa, sekaligus menyeimbangkan tuntutan modernisasi dengan pelestarian warisan. Sejarah San Siro akan tetap hidup, meski wujudnya berganti rupa.

Jejak Panjang San Siro

San Siro berdiri sejak 1925, digagas Presiden AC Milan kala itu, Piero Pirelli. Stadion yang awalnya bernama Nuovo Stadio Calcistico San Siro itu didesain hanya untuk sepak bola, berbeda dengan stadion Italia lain yang umumnya memiliki lintasan atletik. Pada 19 September 1926, San Siro diresmikan dengan laga penuh gol ketika Inter mengalahkan Milan 6–3 di hadapan 35.000 penonton.

Awalnya, San Siro dimiliki Milan. Namun, pada 1930-an, Dewan Kota Milan mengambil alih dan memperluas kapasitas. Sejak 1947, Inter bergabung meninggalkan Arena Civica dan sejak itu keduanya berbagi rumah, membentuk rivalitas paling ikonik dalam sepak bola dunia.

Nama resmi stadion berubah pada 1980 menjadi Stadio Giuseppe Meazza, untuk menghormati legenda Inter dan timnas Italia. Meski begitu, baik fans Milan maupun Inter tetap lebih akrab menyebutnya sebagai San Siro.

Transformasi dan Renovasi

San Siro beberapa kali mengalami renovasi besar. Antara 1948 hingga 1955, kapasitas ditingkatkan menjadi 100.000 penonton sebelum kemudian dikurangi demi alasan keamanan. Pada akhir 1980-an, menjelang Piala Dunia 1990, stadion kembali direnovasi dengan biaya sekitar 60 juta dolar AS (sekitar Rp 1 triliun). Kapasitas naik menjadi 85.000 kursi, ditambah atap baru dengan struktur penyangga khas berwarna merah.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Selain menjadi markas Milan dan Inter, San Siro juga pernah menjadi tuan rumah laga-laga penting: final Piala Eropa 1965 dan 1970, final Liga Champions 2001 dan 2016, serta sejumlah laga final UEFA Cup dua leg. Italia dan Juventus pun pernah memanfaatkan stadion ini untuk pertandingan besar. Seiring perjalanan, San Siro tak hanya menjadi arena sepak bola. Pada 1996, sebuah museum dibuka di dalam stadion, memamerkan koleksi sejarah Milan dan Inter, mulai dari trofi, sepatu, hingga memorabilia berharga lainnya.

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Serie A adalah sebuah divisi tertinggi liga sepak bola di Italia
    Serie A adalah sebuah divisi tertinggi liga sepak bola di Italia
    Serie A
  • Serie-A adalah kasta tertinggi liga sepakbola di Italia yang dimulai pada Agustus 2016
    Serie-A adalah kasta tertinggi liga sepakbola di Italia yang dimulai pada Agustus 2016
    Liga Italia
  • AC Milan adalah salah satu klub tersukses di Serie A Italia dengan raihan 18 trofi
    AC Milan adalah klub sepak bola Italia dengan sejarah panjang prestasi, namun saat ini menghadapi masa transisi dan tantangan di bursa transfer serta penentuan pelatih baru.
    AC Milan
  • Inter Milan adalah klub sepak bola dari kota Milan yang bermain di Serie-A Liga Italia
    Inter Milan adalah klub sepak bola dari kota Milan yang bermain di Serie-A Liga Italia
    Inter Milan
  • San Siro