Krisis Chelsea: Enzo Maresca Mulai Tertekan, Manajemen Turun Tangan ke Ruang Ganti

Enzo Maresca menghadapi tekanan berat di Chelsea setelah performa buruk awal musim. Ketegangan dengan manajemen mulai terlihat usai kekalahan dari Brighton.

Diterbitkan 28 September 2025, 15:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Euforia pascakemenangan Conference League, kualifikasi Liga Champions, dan trofi Piala Dunia Antarklub kini terasa seperti kenangan yang jauh bagi Chelsea. Klub London Biru yang sempat optimis bangkit di bawah Enzo Maresca justru menghadapi gejolak di awal musim 2025/26.

Kekalahan telak 1-3 dari Brighton di kandang sendiri, Stamford Bridge, menjadi puncak kekecewaan para penggemar. Chelsea sempat memimpin terlebih dahulu, namun kartu merah Trevoh Chalobah mengubah jalannya pertandingan secara dramatis.

Dua gol di masa injury time membuat suasana Stamford Bridge menjadi dingin dan suram. Siulan dan sorakan kecewa dari tribun mengiringi para pemain saat meninggalkan lapangan.

Hasil buruk ini membuat posisi Maresca mulai mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak. Target manajemen sangat jelas: meraih kualifikasi Liga Champions musim ini, namun performa hanya meraih delapan poin dari enam pertandingan membuat tekanan semakin menggunung.

Manajemen Turun Tangan, Maresca Santai Menanggapi

Ketegangan semakin terasa ketika lima pejabat tinggi Chelsea turun langsung ke ruang ganti usai kekalahan dari Brighton. Tim tersebut terdiri dari dua direktur olahraga Paul Winstanley dan Laurence Stewart, serta co-owner Behdad Eghbali.

Maresca berusaha meredam spekulasi dengan menyebut kunjungan tersebut sebagai rutinitas biasa. "Mereka memang selalu masuk ke ruang ganti setelah pertandingan berlangsung," ungkapnya.

"Kami memiliki ruang rapat di sana khusus untuk membahas jalannya pertandingan. Tidak ada yang berbeda atau istimewa dari kunjungan kali ini," lanjut pelatih asal Italia tersebut.

Namun di balik pernyataan tenang itu, tanda-tanda ketidakharmonisan mulai bermunculan di permukaan. Dalam beberapa pekan terakhir, Maresca telah melontarkan berbagai komentar yang terkesan menyindir kebijakan klub.

Ketegangan Soal Skuad dan Transfer

Sumber ketegangan pertama muncul pada pertengahan Agustus saat Levi Colwill mengalami cedera jangka panjang. Maresca menginginkan bek pengganti yang memiliki kemampuan membangun serangan dari lini belakang.

Namun klub memintanya bekerja dengan opsi yang tersedia: Chalobah, Badiashile, Fofana, Acheampong, dan rekrutan muda Jorrel Hato. Komentarnya kepada media cukup tegas mengungkapkan ketidakpuasan.

"Klub tahu persis apa yang sedang saya pikirkan saat ini," ucapnya dengan nada yang terkesan sinis. Ia menambahkan bahwa hanya sedikit pemain yang mampu menggantikan peran Colwill dalam penguasaan bola.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Chelsea justru mengalihkan fokus transfer ke lini depan dengan mendatangkan Alejandro Garnacho dari Manchester United senilai 40 juta pounds. Pemain tersebut sejauh ini baru tampil sekali sebagai pemain pengganti di kompetisi liga. Keputusan lain seperti memanggil kembali Marc Guiu dari masa peminjamannya di Sunderland tidak banyak membantu situasi. Penyerang muda itu belum sekali pun mendapat kesempatan bermain di laga resmi. Sementara itu, Acheampong, produk akademi yang dijanjikan mendapat kesempatan, nyaris tidak pernah disentuh dalam rotasi tim utama.

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan