Di Balik Pembantaian 2-5 Real Madrid oleh Atletico: Perjudian Gagal Bellingham dan Pertahanan Udara yang Rapuh

Kekalahan perdana Real Madrid 2-5 dari Atletico Madrid di era Xabi Alonso mengejutkan. Analisis mendalam mengungkap kesalahan taktis Alonso, kegagalan Jude Bellingham, dan lemahnya lini pertahanan udara Los Blancos.

Diterbitkan 28 September 2025, 08:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Benteng Pertahanan yang Amburadul di Udara

Satu masalah yang paling menonjol dalam laga ini adalah lemahnya pertahanan Real Madrid dalam duel-duel udara. Dua gol yang tercipta melalui sundulan di babak pertama menjadi bukti nyata betapa rapuhnya lini belakang mereka.

Fakta ini semakin mengkhawatirkan jika meninjau data statistik yang ada. Gol sundulan dari Alexander Sorloth merupakan gol ke-8 dari 10 gol terakhir yang berhasil dicetak Atletico ke gawang Madrid melalui sundulan.

Duet Dean Huijsen dan Alvaro Carreras benar-benar dibuat kewalahan saat menghadapi fisik kuat para penyerang lawan di kotak penalti. Struktur pertahanan yang sebelumnya dipuji-puji Alonso di awal musim seakan lenyap tanpa bekas dalam derbi ini.

Ujian Besar Pertama, Langsung Gagal Total

Tujuh kemenangan beruntun yang diraih Madrid di awal musim memang terlihat impresif dan mengesankan. Namun, perlu diingat bahwa lawan-lawan yang mereka hadapi bukanlah tim-tim dari level teratas Eropa.

Pertandingan melawan Atletico Madrid ini merupakan ujian sesungguhnya, tes besar pertama bagi skuad yang dilatih oleh Alonso. Hasilnya, mereka harus gagal total dengan nilai yang sangat buruk.

Cara tim ini hancur lebur secara pertahanan kini menjadi kekhawatiran terbesar bagi penggemar. Rekor sempurna yang sempat mereka pegang kini terasa seperti ilusi semata setelah kelemahan asli tim terbongkar di laga ini.

Kylian Mbappe, Bintang yang Bekerja Sendirian

Di tengah suramnya performa tim secara keseluruhan, hanya ada satu nama yang masih bersinar terang di lapangan. Kylian Mbappe sekali lagi berhasil menunjukkan kelasnya sebagai pemain yang berlevel dunia.

Meskipun mendapatkan suplai bola yang minim dari lini tengah, Mbappe tetap berhasil mencetak gol penyama kedudukan melalui sebuah penyelesaian akhir yang cerdik. Gol itu sekaligus menjadi gol ke-10 bagi sang penyerang hanya dari delapan pertandingan yang ia mainkan musim ini.

Sayangnya, kecemerlangan individu Mbappe tersebut tidak cukup kuat untuk menutupi kebobrokan para rekan satu timnya. Ia seakan menjadi bintang yang terpaksa berjuang sendirian di lini depan Real Madrid.

 
 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan