Di Balik Pembantaian 2-5 Real Madrid oleh Atletico: Perjudian Gagal Bellingham dan Pertahanan Udara yang Rapuh

Kekalahan perdana Real Madrid 2-5 dari Atletico Madrid di era Xabi Alonso mengejutkan. Analisis mendalam mengungkap kesalahan taktis Alonso, kegagalan Jude Bellingham, dan lemahnya lini pertahanan udara Los Blancos.

Diterbitkan 28 September 2025, 08:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Rekor kemenangan sempurna Real Madrid di bawah asuhan Xabi Alonso akhirnya harus terhenti. Mereka menelan kekalahan perdana yang telak dengan skor 2-5 dari rival sekota, Atletico Madrid.

Pertandingan tersebut berlangsung pada Sabtu (28/9/2025) malam WIB di Estadio Riyadh Air Metropolitano yang menjadi ujian besar pertama bagi Los Blancos. Sayangnya, mereka gagal total melewati ujian tersebut dan harus pulang dengan hasil memalukan.

Sempat berhasil membalikkan keadaan setelah tertinggal, Madrid justru terlihat lengah dan membiarkan Atletico mengamuk di sisa pertandingan. Beberapa keputusan taktis yang dianggap aneh serta rapuhnya lini pertahanan menjadi biang keladi utama kekalahan ini.

Kekalahan telak ini lebih dari sekadar skor, melainkan sebuah cerminan dari serangkaian masalah yang kini terungkap di permukaan. Berikut adalah analisis mendalam mengenai enam "dosa" utama Real Madrid yang menyebabkan mereka dibantai dalam laga derbi kali ini.

Perjudian Berisiko Bernama Jude Bellingham

Sebuah kejutan besar muncul ketika Xabi Alonso memutuskan memainkan Jude Bellingham sebagai pemain inti sejak menit awal. Keputusan ini terbukti menjadi pertaruhan yang gagal total bagi sang pelatih.

Bellingham, yang baru saja pulih dari cedera, jelas belum siap menghadapi intensitas tinggi dari laga derbi tersebut. Penampilannya gagal memberikan dampak signifikan dan bahkan merusak keseimbangan tim yang sebelumnya sudah solid.

Gelandang asal Inggris itu akhirnya harus ditarik keluar lapangan setelah bermain selama 70 menit pertandingan. Memainkannya sejak awal lebih terlihat seperti upaya investasi untuk mengembalikan kebugaran daripada strategi yang bertujuan memenangkan pertandingan.

Lini Tengah yang Kehilangan Keseimbangan

Keputusan memasang Bellingham secara langsung mengorbankan formula lini tengah andalan yang selama ini telah bekerja dengan sangat baik. Keseimbangan tim menjadi taruhannya dan terbukti menghasilkan konsekuensi yang fatal.

Duet tangguh Fede Valverde dan Aurelien Tchouameni yang biasanya mendominasi, kini terlihat kebingungan dan tidak efektif. Mereka terekspos akibat perubahan struktur tim dan gagal mengontrol alur permainan.

Pada akhirnya, lini tengah yang dikenal sebagai kekuatan utama Madrid justru berubah menjadi titik terlemah mereka. Mereka gagal membendung kreativitas serta agresivitas tinggi yang ditunjukkan oleh para gelandang Atletico Madrid.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Satu masalah yang paling menonjol dalam laga ini adalah lemahnya pertahanan Real Madrid dalam duel-duel udara. Dua gol yang tercipta melalui sundulan di babak pertama menjadi bukti nyata betapa rapuhnya lini belakang mereka. Fakta ini semakin mengkhawatirkan jika meninjau data statistik yang ada. Gol sundulan dari Alexander Sorloth merupakan gol ke-8 dari 10 gol terakhir yang berhasil dicetak Atletico ke gawang Madrid melalui sundulan. Duet Dean Huijsen dan Alvaro Carreras benar-benar dibuat kewalahan saat menghadapi fisik kuat para penyerang lawan di kotak penalti. Struktur pertahanan yang sebelumnya dipuji-puji Alonso di awal musim seakan lenyap tanpa bekas dalam derbi ini.

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan