PB Djarum Rebut 2 Gelar di Superliga Junior 2025

PB Djarum merebut Piala Sigit Budiarto dan Piala Liem Swie King di ajang Superliga Junior 2025 yang berlangsung di kota Kudus.

OlehThomas
Diperbarui 22 September 2025, 04:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Perhelatan Polytron Superliga Junior 2025 berakhir Minggu (21/9/2025). PB Djarum sukses merebut dua gelar juara pada ajang yang berlangsung di GOR Djarum, Kudus, Jawa Tengah, tersebut.

PB Djarum menjadi juara di kategori putra U-15 sehingga berhak merebut Piala Sigit Budiarto edisi perdana. Kemudian Tim U-19 PB Djarum mampu mempertahankan Piala Liem Swie King.

Keberhasilan tim PB Djarum U-15 Putra menjadi kampiun dan mengangkat Piala Sigit Budiarto pada turnamen beregu ini tidak lepas dari penampilan menawan yang ditunjukkan saat meladeni PB Taqi Arena di babak pamungkas. Dominasi tim tuan rumah tak terbendung karena mampu meraih kemenangan telak 3-0.

Tunggal Revan Adrilleo Saputra menyumbang poin pertama usai menghentikan perlawanan sengit Rafi Qabilah Fathurrahman 21-13, 20-22, 21-16. Performa impresif PB Djarum berlanjut di partai kedua dan ketiga saat ganda Darmawan Setiawan/Muhammad Waldan Habibi menang dua gim langsung 21-17, 21-11. Tunggal kedua Adhy Hasmoro mengakhiri asa PB Taqi Arena menjadi kampiun setelah menang straight game 22-20, 21-17.

Piala bergilir kedua disumbangkan tim PB Djarum A U-19 Putra usai memenangi pertarungan menegangkan penuh drama melawan PB Jaya Raya. Skuad asuhan Dionysius Hayom Rumbaka berhak mengangkat Piala Liem Swie King berkat kemenangan tipis 3-2.

Pemain tunggal ketiga Yarits Al Kaaf Rengganingtyas, tampil sebagai penentu kemenangan PB Djarum A usai menyudahi perlawanan luar biasa yang ditampilkan Yusack Christian dengan skor 21-18, 22-20. Tunggal Radithya Bayu Wardhana dan ganda Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono lebih dahulu meraih hasil positif untuk PB Djarum A di laga final.

“PB Jaya Raya sangat sulit dikalahkan, tetapi berkat kerja keras dan tak kenal menyerah membuat kami mampu mempertahankan Piala Liem Swie King yang juga diraih PB Djarum tahun lalu. Saya sangat bangga bisa mengerahkan kemampuan terbaik di pertandingan penentuan. Dukungan penuh dari tim U-19 Putra juga membuat saya terus bersemangat untuk berjuang memenangi pertandingan,” kata Yarits setelah pertandingan.

Antusiasme Peserta Luar Negeri

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengapresiasi antusiasme peserta yang bersaing di Polytron Superliga Junior 2025. Tidak hanya dari dalam negeri, peserta dari mancanegara juga memiliki semangat tinggi ketika bertanding dan mengukur kemampuan di turnamen beregu tingkat internasional ini. Bahkan, terdapat sejumlah negara yang menyatakan ketertarikan untuk ikut serta tahun depan.

“Saya melihat ambisi menjadi juara yang diperlihatkan klub-klub dalam negeri dan Asia terus meningkat. Sedangkan atlet-atlet yang datang dari benua Eropa dan Amerika juga sangat antusias, apalagi kualitas pemain Indonesia memiliki teknik di atas rata-rata. Mereka memanfaatkan Turnamen Polytron Superliga Junior 2025 sebagai ajang untuk mengukur kemampuan melawan tim-tim Asia,” kata Yoppy.

Yoppy menambahkan minat dari mancanegara terus bertambah setelah penyelenggaraan Polytron Superliga Junior 2025 berlangsung sukses.

“Vietnam dan Selandia Baru yang batal datang, menyatakan penyesalan mereka dan berniat tidak akan melewati turnamen tahun depan. Malaysia dan Amerika Serikat juga ingin mengirimkan lebih banyak kategori usia, sedangkan China dan Jepang berencana untuk mengirimkan tim U-17 dan U-19,” ujar Yoppy menambahkan.

Piala Legenda Bulutangkis Indonesia

Polytron Superliga Junior 2025 menyematkan nama-nama legenda bulu tangkis Indonesia sebagai nama piala. Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir yang namanya diabadikan dalam Piala U-13 Putra dan U-13 Putri mengungkapkan rasa bangga sekaligus harapannya bagi generasi penerus.

Keduanya sepakat bahwa kehadiran piala atas nama legenda bukan hanya penghargaan pribadi, tetapi cara untuk menginspirasi, mengenalkan sejarah, sekaligus menyalakan semangat juang generasi baru bulutangkis Indonesia.

Legenda bulutangkis yang namanya diabadikan dalam piala bergilir U-13 Putra, Tontowi Ahmad mengatakan piala ini bukan sekadar simbol kompetisi, melainkan sumber motivasi dan inspirasi agar atlet-atlet muda lebih mengenal para pendahulu yang pernah mengharumkan nama Indonesia.

“Semoga piala ini bisa menjadi motivasi buat anak-anak agar bisa berprestasi. Dengan adanya piala ini mereka jadi kenal siapa itu Tontowi Ahmad. Saat saya dan legenda lain menjadi juara, mereka mungkin banyak yang belum lahir. Jadi sekarang mereka bisa tahu dan termotivasi untuk menjadi juara,” ungkap Tontowi Ahmad.

Sementara, legenda bulutangkis yang namanya diabadikan dalam piala bergilir U-13 Putri, Liliyana Natsir terkejut ketika namanya diabadikan sebagai nama piala untuk sektor U-13 Putri. Namun, ia berharap ajang ini mampu membuka wawasan atlet muda tentang tokoh-tokoh bulutangkis yang lebih dulu berprestasi.

“Awalnya saya kaget, tiba-tiba diberitahu ada Piala Liliyana Natsir untuk U-13 Putri. Tapi saya senang, karena dengan adanya piala ini anak-anak bisa lebih mengenal siapa pendahulu mereka dan prestasi-prestasi yang pernah ditorehkan. Mereka bisa melihat permainan para legenda di media sosial, belajar, lalu termotivasi untuk jadi penerus yang berprestasi,” ujarnya.

Adapun Piala Liliyana Natsir diraih oleh PB Champion Klaten. Di partai final, pertarungan ketat dan menegangkan melawan PB Taqi Arena harus dituntaskan dalam lima partai. Setelah kedua tim imbang 2-2, gelar juara ditentukan melalui pertandingan ganda antara Ayunda Zalfa Irmanto/Vanezya Artha Nafasta (Champion Klaten) melawan pasangan Berliana Rahma/Vania Dwi Yanti (Taqi Arena).

Di gim pertama Ayunda/Vanezya mendominasi perebutan poin dan unggul 21-15. Mereka semakin superior di gim kedua dan menyudahi perlawanan Berliana/Vania dengan kemenangan 21-12. Hasil ini membuat PB Champion Klaten keluar sebagai juara dengan kemenangan tipis 3-2 atas PB Taqi Arena.

Berikut daftar juara Polytron Superliga Junior 2025:

U-13 Putra

Juara I : PB Jaya Raya Solo

Juara II : PB Taqi Arena

Juara III : PB Talenta Manado dan Champion Kudus

Atlet Favorit : Shiddiq Alfsrizi Fahrin Fahri (Mutiara Raya Solo)

U-13 Putri

Juara I : PB Champion Klaten

Juara II : PB Taqi Arena

Juara III : Kayp1 Champion Academy dan PB Jaya RayaSolo

Atlet Favorit : Griselda Galafreya Naashir (Champion Kudus)

U-15 Putra

Juara I : PB Djarum

Juara II : PB Taqi Arena

Juara III : PB Jaya Raya Satria dan PB Exist

Atlet Favorit : Rafi Qabilah Fathurrahman (Taqi Arena)

U-15 Putri

Juara I : PB Exist

Juara II : PB Djarum

Juara III : PB Taqi Arena dan PB Jaya Raya Satria

Atlet Favorit : Kalia Rahmadani (PB Djarum)

U-17 Putra

Juara I : PB Exist

Juara II : PB Djarum

Juara III : Gideon Badminton Academy, Jaya Raya Jakarta

Atlet Favorit : Tsaqib Ghaisan Zhaidar (PB Exist)

U-17 Putri

Juara I : Granular (Thailand)

Juara II : PB Djarum

Juara III : PB Taqi Arena, Jaya Raya

Atlet Favorit : Lalita Sattayathadakoon (Granular Thailand)

U-19 Putra

Juara I : PB Djarum

Juara II : PB Exist

Juara III : PB Djarum B, Banthongyord (Thailand)

Atlet Favorit : Raditya Bayu Wardhana (Djarum A)

U-19 Putri

Juara I : Banthongyord (Thailand)

Juara II : PB Djarum

Juara III : Global Badminton Academy (USA), PB Djarum B

Atlet Favorit : Anyapat Phichitpreechhasak (Bathongyord Thailand)

 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan