Bos Persija Jakarta Yakin Larangan Suporter Tandang Dicabut Bertahap, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

Direktur Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, optimis larangan suporter tandang akan dicabut PSSI dan I.League, namun butuh waktu mengingat catatan negatif masa lalu.

Diperbarui 12 September 2025, 16:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mohamad Prapanca, Presiden Persija Jakarta, menyuarakan keyakinannya bahwa larangan bagi suporter tim tamu akan dihapuskan secara bertahap oleh PSSI dan operator BRI Super League, I.League. 

Namun, Prapanca juga mengingatkan bahwa proses pencabutan larangan ini tidak bisa instan. Ada catatan kelam terkait kehadiran suporter tim tamu di Liga Indonesia sebelumnya yang memerlukan perhatian serius dan perbaikan perilaku kolektif.

Harapan ini muncul di tengah ketatnya regulasi yang diberlakukan pasca Tragedi Kanjuruhan, di mana FIFA bahkan turut memperpanjang larangan suporter tandang di Liga 1 2025/2026. Persija Jakarta sendiri saat ini menunjukkan performa impresif di BRI Super League, memimpin klasemen sementara.

Keyakinan Direktur Persija Jakarta tentang Pencabutan Larangan

Mohamad Prapanca menyatakan keyakinan kuatnya bahwa larangan suporter tim tamu akan dicabut oleh PSSI dan I.League, seiring berjalannya waktu. Ia melihat adanya potensi bagi federasi dan operator liga untuk meninjau kembali kebijakan ini.

Prapanca berharap bahwa dengan pembuktian dari suporter, regulasi yang membatasi pergerakan pendukung akan dilonggarkan. Ini menjadi sinyal positif bagi klub dan penggemar yang mendambakan kembalinya dukungan langsung di laga tandang.

Keputusan ini tentu akan melalui evaluasi mendalam dari pihak berwenang, mempertimbangkan berbagai aspek keamanan dan ketertiban. Namun, optimisme dari manajemen Persija Jakarta ini menjadi dorongan untuk perubahan di masa depan.

Alasan dan Tantangan Pencabutan Larangan Suporter Tandang

Prapanca menjelaskan bahwa pencabutan larangan ini memerlukan waktu yang tidak singkat. Hal ini dikarenakan masih adanya catatan negatif terkait keributan yang sering terjadi setiap kali suporter tim tamu hadir dalam pertandingan Liga Indonesia.

Idealnya, menurut Prapanca, kehadiran suporter tandang adalah pemandangan umum di dunia sepak bola. Namun, kondisi di Indonesia memerlukan pendekatan yang lebih hati-hati untuk memastikan keamanan dan kenyamanan semua pihak.

Insiden-insiden masa lalu menjadi pelajaran berharga yang harus diatasi sebelum kebijakan pelarangan ini bisa sepenuhnya dicabut. Perbaikan kultur suporter menjadi kunci utama dalam mewujudkan harapan ini.

Pesan Mohamad Prapanca untuk Jakmania dan Harapan Kuota Terbatas

Presiden Persija Jakarta ini secara khusus berpesan kepada Jakmania agar menunjukkan sikap damai dan menikmati sepak bola saat menonton pertandingan tandang. Kontribusi positif melalui pembelian tiket dan perilaku tertib sangat diharapkan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Prapanca menilai bahwa Jakmania telah berupaya keras untuk membuktikan diri sebagai suporter yang baik, baik di kandang maupun tandang. Mereka telah menunjukkan komitmen untuk tidak terlibat dalam keributan, perkelahian, atau perusakan fasilitas. Dengan pembuktian berkelanjutan dari Jakmania, Prapanca berharap federasi dapat mulai mengizinkan kuota terbatas, seperti 500 atau 1.000 tiket penonton tandang. Ini akan menjadi langkah awal yang signifikan menuju normalisasi kehadiran suporter di laga tandang.

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan