Kylian Mbappe dan Cerita Hidupnya Setelah Tinggalkan PSG

Kylian Mbappe menjadi sorotan besar setelah kepindahannya dari PSG ke Real Madrid pada musim panas 2024. Sang penyerang bergabung ke Santiago Bernabeu dengan status bebas transfer.

Diperbarui 11 September 2025, 12:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tantangan Popularitas dan Kerendahan Hati

Lamari juga menyinggung soal konsekuensi ketenaran. Ia mengaku lebih bangga dengan sosok pribadi Mbappe dibanding statusnya sebagai pesepak bola.

Ia bahkan jujur mengakui bahwa putranya pernah menunjukkan sikap arogan. Namun, sebagai ibu, ia merasa perlu untuk selalu mengingatkan Mbappe agar tetap rendah hati.

“Saya tidak suka kata ‘ikon.’ Itu menakutkan saya. Orang-orang membicarakan ketenaran tetapi tidak tentang ekspektasi dan konsekuensinya. Saya lebih bangga dengan pria yang dia jadi, bukan pemainnya,” ujar Lamari.

“Tentu ada masa ketika dia arogan. Tapi sebagai ibu, kamu harus membawanya kembali ke bumi. Dia berhak merasa lelah kadang-kadang. Dia juga manusia,” tegas Lamari.

Hidup dalam Sorotan Publik

Lamari menceritakan bagaimana beratnya menyaksikan perjalanan cepat sang putra. Dari awal tampil di Liga Champions bersama Monaco hingga diterpa rumor media, semua itu menimbulkan tekanan besar.

Menurutnya, orang tua juga ikut menjadi korban dari sistem sepak bola modern. Mereka ikut merasakan beban besar di balik sorotan publik.

“Orang tua adalah korban dari sistem ini. Ketika anakmu terkenal, isolasi bukan yang membuatmu tertekan, melainkan penilaian publik,” ucap Lamari.

“Itu adalah momen tersulit bagi saya. Dia menangis, dan saya berkata: ‘Kita akan berjuang.’ Saat itu kamu menyadari betapa rapuh semuanya. Jika Kylian melakukan kesalahan di Swedia, saya sendiri yang akan membawanya ke polisi,” tutup Lamari.

Posisi Real Madrid di Liga Spanyol

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Aga Deta AndityaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan