Regulasi LaLiga dan Keluhan Pemain Jadi Sorotan, Jersey Barcelona Kembali Tuai Masalah

Jersey Barcelona kembali tuai masalah dengan regulasi ketat La Liga yang melarang penggunaan seragam baru dan keluhan pemain terkait kualitas bahan, menciptakan tantangan besar bagi klub.

OlehThomas
Diterbitkan 19 Agustus 2025, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Keluhan Pemain Terkait Kualitas Bahan Jersey

Para pemain FC Barcelona menyuarakan ketidaknyamanan mereka dengan bahan jersey latihan baru, terutama saat menjalani tur pramusim di Asia, seperti di Jepang dan Korea Selatan. Wilayah tersebut dikenal memiliki suhu ekstrem dan kelembaban tinggi, yang memperburuk masalah kualitas bahan jersey. Bahan jersey yang digunakan tidak mampu menyerap keringat dengan baik, sehingga cepat basah dan menjadi berat.

Kondisi ini menyebabkan ketidaknyamanan signifikan bagi para pemain selama sesi latihan. Salah satu pemain yang vokal mengeluhkan masalah ini adalah Raphinha, yang bahkan membandingkan situasi ini dengan tim lain yang menggunakan pemasok yang sama, Nike, namun tidak mengalami masalah serupa. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan kualitas atau desain spesifik pada jersey Barcelona.

Keluhan dari para pemain ini sampai ke telinga pelatih Hansi Flick. Menanggapi masukan tersebut, Flick segera berkomunikasi dengan pihak terkait dan meminta jersey baru yang lebih ringan untuk para pemainnya. Ia menyadari bahwa kualitas jersey dapat memengaruhi performa dan kenyamanan pemain di lapangan, sehingga perlu segera diatasi demi optimalisasi latihan dan pertandingan.

Masalah Sponsor dan Produksi Jersey

Peluncuran jersey musim 2024/2025 juga diwarnai masalah terkait perubahan logo sponsor utama, Spotify. Spotify melakukan perubahan pada logonya di tengah proses produksi jersey, yang menyebabkan komplikasi dalam perilisannya. Jersey kandang awalnya diproduksi dengan logo lama, sementara untuk jersey tandang, Barcelona memutuskan untuk menggunakan versi logo yang sudah diperbarui.

Perubahan mendadak ini menyebabkan keterlambatan dalam perilisan jersey dan menyulitkan penggemar untuk membeli desain yang sangat dinanti. Ketersediaan jersey di pasaran menjadi tidak konsisten, dengan beberapa versi jersey tandang yang dirilis, termasuk dengan logo Spotify lama, logo yang diperbarui, dan bahkan versi tanpa sponsor sama sekali. Pada saat itu, versi logo yang diperbarui hanya tersedia di situs resmi Barcelona.

Sementara itu, pemasok utama, Nike, hanya menyediakan versi "stadium" dengan logo lama. Situasi ini menciptakan kebingungan di kalangan penggemar dan berdampak pada pengalaman pembelian produk resmi klub. Masalah ini menyoroti kompleksitas dalam koordinasi antara klub, sponsor, dan produsen dalam skala besar.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan