IGK Manila Meninggal Dunia, Tinggalkan Jejak Emas SEA Games dan Liga Indonesia

Dunia sepak bola Indonesia berduka atas wafatnya IGK Manila, manajer legendaris yang membawa Timnas meraih emas SEA Games dan Persija juara Liga Indonesia. Simak profil lengkapnya.

Diperbarui 18 Agustus 2025, 15:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Setelah mengukir banyak prestasi, IGK Manila memutuskan untuk meninggalkan Persija pada tahun 2007. Keputusan tersebut diambil dengan alasan yang bijak, yakni karena faktor usia dan kondisi kesehatan yang mulai menurun. Meskipun demikian, warisan dan kontribusinya terhadap Persija dan sepak bola nasional tetap abadi.

Peran IGK Manila di Luar Lapangan Hijau dan Julukan 'Bapak Wushu'

Tak hanya dikenal di dunia sepak bola, IGK Manila juga merupakan tokoh olahraga nasional yang memiliki pengaruh luas. Dedikasinya tidak terbatas pada satu cabang olahraga saja, melainkan merambah ke berbagai sektor. Ini menunjukkan betapa besar komitmennya dalam memajukan olahraga di Indonesia secara keseluruhan.

Salah satu bukti keberagaman perannya adalah julukan 'Bapak Wushu' yang melekat padanya. Julukan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya yang besar dalam pengembangan olahraga wushu di Tanah Air. Kehadirannya memberikan dorongan signifikan bagi atlet-atlet wushu Indonesia untuk berprestasi di kancah nasional maupun internasional.

Bahkan, setelah meninggalkan dunia sepak bola profesional, IGK Manila tetap aktif berkarya. Tiga belas tahun setelah mundur dari Persija, tepatnya pada tahun 2020, ia mengemban amanah sebagai Gubernur Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem. Posisi ini menunjukkan kapasitasnya sebagai seorang pemimpin yang visioner dan memiliki kepedulian terhadap pendidikan serta pembentukan karakter bangsa.

Peran ganda ini menegaskan bahwa IGK Manila adalah sosok multitalenta yang mampu memberikan dampak positif di berbagai bidang. Dari lapangan hijau hingga arena bela negara, jejak pengabdiannya selalu berorientasi pada kemajuan dan pencapaian prestasi.

Prosesi Penghormatan Terakhir untuk IGK Manila

Untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang IGK Manila, serangkaian prosesi pemakaman telah dijadwalkan. Jenazah almarhum akan diberangkatkan dari Rumah Sakit Bunda menuju Rumah Sakit Pusat Gatot Soebroto. Di sana, prosesi pemandian jenazah akan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku, mempersiapkan almarhum untuk peristirahatan terakhirnya.

Setelah dimandikan, jenazah akan dibawa menuju Aula Akademi Bela Negara (ABN). Diperkirakan, jenazah akan tiba di Aula ABN pada pukul 14.00 WIB, Senin, 18 Agustus 2025. Aula ABN dipilih sebagai tempat persemayaman sementara untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi keluarga, sahabat, dan handai taulan untuk melayat dan memberikan penghormatan terakhir.

Puncak prosesi penghormatan akan berlangsung pada Rabu, 20 Agustus 2025. Pada pukul 11.00 WIB, jenazah akan diberangkatkan dari ABN menuju RS Gatot Soebroto untuk prosesi kremasi. Sebelum pemberangkatan, sebuah upacara kebesaran akan dilaksanakan di ABN. Upacara ini merupakan bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara selama hidupnya.

Rangkaian prosesi ini menjadi simbol betapa besar pengaruh dan jasa IGK Manila bagi Indonesia. Kepergiannya adalah kehilangan besar, namun warisan semangat dan prestasinya akan terus hidup dan menginspirasi banyak pihak.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan