Xabi Alonso Siapkan Kejutan, Andalkan Pemain Akademi di Tengah Kekurangan Gelandang Real Madrid

Real Madrid mempertimbangkan Thiago Pitarch, gelandang 18 tahun dari akademi, sebagai solusi kejutan di lini tengah musim 2025/2026.

Diperbarui 17 Agustus 2025, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Real Madrid tengah berusaha menutup celah di lini tengah menjelang bergulirnya musim baru. Fokus utama klub masih pada aktivitas bursa transfer yang akan berakhir pada 1 September mendatang. Namun, ada solusi mengejutkan yang justru muncul dari dalam skuad sendiri.

Pelatih Xabi Alonso menghadapi musim 2025/2026 dengan sejumlah tantangan di sektor gelandang. Cedera yang menimpa beberapa pemain inti membuat Los Blancos harus memikirkan alternatif cepat. Di saat yang sama, peluang besar datang dari salah satu talenta muda akademi.

Nama Thiago Pitarch, gelandang berusia 18 tahun, mendadak mendapat sorotan besar. Performa impresifnya di pramusim bersama tim utama memberi harapan baru bagi Real Madrid di tengah situasi sulit.

Solusi dari Akademi

Menurut laporan AS, Pitarch muncul sebagai salah satu kandidat serius untuk mengisi kekosongan di lini tengah. Gelandang muda itu sudah mencatat menit bermain saat laga uji coba melawan Tirol beberapa hari lalu. Penampilannya langsung meninggalkan kesan positif di mata tim pelatih.

Dalam kesempatan singkat tersebut, Pitarch dimainkan sebagai gelandang kiri dalam formasi 4-3-3 dengan David Alaba di belakangnya. Ia menunjukkan kualitas dalam distribusi bola, membangun permainan, dan intensitas tinggi dalam menekan lawan.

Tidak hanya itu, Pitarch juga rajin melakukan pergerakan tanpa bola. Dukungan dalam bentuk desakan maupun lari terobosan menjadi nilai tambah yang membuatnya dianggap siap untuk tantangan lebih besar.

Perkembangan Karier Thiago Pitarch

Perjalanan Pitarch di akademi Madrid berlangsung pesat sejak awal 2024. Di bawah asuhan Alvaro Arbeloa di tim Juvenil A, kariernya melesat hanya dalam hitungan bulan. Hal ini berlanjut ke kesempatan tampil bersama tim cadangan saat pramusim.

Lonjakan performa tersebut membuka jalan menuju tim utama yang kini dilatih Alonso. Dengan kondisi skuad yang terbatas, peluang Pitarch terbuka lebar untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak di kompetisi resmi.

Kehadiran cedera pada Jude Bellingham dan Eduardo Camavinga menambah urgensi mencari solusi internal. Situasi ini bisa menjadi momentum ideal bagi Pitarch untuk membuktikan dirinya layak bersaing di level tertinggi.

 
 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Tim Debutan yang Bikin Spanyol dan Uruguay Terkejut

Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan