Kejuaraan Basket Veteran Asean 2025 Digelar di Indonesia

Klub legendaris Asaba Jakarta akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Basket Veteran ASEAN 2025 di Serpong, Banten. Ajang ini jadi reuni para legenda basket dan perayaan 50 tahun Asaba, menjanjikan tontonan menarik.

OlehThomas
Diterbitkan 04 Agustus 2025, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Bertepatan dengan adanya turnamen basket Veteran Asean nanti, Hengardy Tan juga menuturkan, momen ini sekaligus menyambut perayaan 50 Anniversary klub Asaba Jakarta yang berdiri pada tahun 1975, harapannya juga selain menjadi tuan rumah yang sukses, tim Asaba kembali bisa meraih prestasi yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

"Kami mohon doa dan dukungannya, serta support langsung dari pecinta basket Tanah Air untuk datang langsung ke Aim High Stadium pada pertengahan September nanti. Asaba tentunya tidak asing di perbasketan Indonesia. Sebab tidak banyak klub basket di Indonesia yang eksis membina hingga memasuki usia yang 50 tahun. Asaba merupakan cikal bakal Aspac Jakarta."

Merayakan Sejarah dan Membangun Warisan

"Bermula pada tahun 1975 beberapa pengusaha antara lain almarhum Boedyharto Angsono (pendiri), Haston, Marjuki dan beberapa sahabatnya bermain bersama. Kemudian pada tahun 1986 kita ikut turnamen Nike Cup yang dimanajeri oleh Irawan Haryono (Kim Hong). Kemudian pada tahun 1985 Asaba ingin mengikuti kompetisi basket yang lebih tinggi lagi (Kobatama). Masih dengan tim manajer yang sama, Irawan Haryono kemudian mengumpulkan beberapa pemain asal Medan William Cheng, Iwan Harun, Wijaya dan beberapa pemain muda lainnya seperti Jugianto Kuntardjo, Johny Herry, Tatang, Njoo Lie Wen, Njoo Lie Fan."

"Pada era Kobatama saat itu Asaba pernah sampai final melawan Halim Kediri, Pelita Jaya, bahkan sempat juga menjadi juara pertama. Setelah era tahun 1990 Asaba berganti nama menjadi Aspac dan mulai mengarungi periode masa kejayaan mereka," imbuh Hengardy Tan.

Saat ini Asaba Jakarta masih terus konsisten membina untuk mencetak para bibit pemain muda dari kelompok umur 8 s/d 18, Divisi dan juga tim Veteran 40 hingga 70 tahun.

"Yang jelas Asaba ingin meninggalkan legacy kepada anak-anak kami dan juga pecinta basket di Tanah Air, bahwa dari klub Asaba yang kemudian bertransformasi dikenal menjadi Aspac di era kompetisi Kobatama, NBL, IBL, telah banyak atlit kami yang hingga saat ini masih aktif membina bola basket di Indonesia atau terlibat di kompetisi basket profesional, entah itu sebagai manajer tim, asisten maupun pelatih bahkan sampai mendirikan akademi di Kota mereka masing-masing, mulai dari generasinya dua bersaudara Njoo Lie Wen dan Njoo Lie Fan, Felix Benatu, Fictor Roring, Wahyu Widayat Jati, AF.Rinaldo, Riko Hantono, dan para pemain legendaris Asaba dan Aspac lainnya," pungkas Hengardy Tan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan