Sikap Kontroversial Gerald Vanenburg usai Final Piala AFF U-23 2025 Jadi Sorotan Media Korea Selatan

Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, menjadi pusat perhatian usai menolak jabat tangan dengan pelatih Vietnam di Final Piala AFF U-23 2025, memicu reaksi keras media internasional.

Diterbitkan 01 Agustus 2025, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dugaan Pemicu Emosi Gerald Vanenburg: Insiden Botol Air

Spekulasi mengenai penyebab ledakan emosi Gerald Vanenburg mengarah pada insiden kontroversial yang terjadi di pinggir lapangan selama pertandingan. Beberapa pihak menduga bahwa sikap Vanenburg dipicu oleh strategi pelatih Kim Sang-sik yang menyebabkan botol-botol air tumpah di dekat area teknis Vietnam. Insiden ini diduga merupakan taktik untuk menunda lemparan ke dalam yang dilakukan oleh pemain Indonesia, Robi Darwis.

Kejadian botol air ini memicu teguran dari wasit dan bahkan membuat pelatih Kim Sang-sik sempat menerima kartu kuning dari wasit Koji Takasaki. Kim Sang-sik dianggap sengaja menghalangi Robi Darwis saat bersiap melakukan lemparan ke dalam, yang bisa saja memicu frustrasi bagi tim Indonesia dan Gerald Vanenburg.

Meskipun demikian, Kim Sang-sik membantah tuduhan tersebut, mengklaim aksinya hanya untuk memenuhi kebutuhan air minum pemain Vietnam. Ia beralasan cuaca panas membuat timnya membutuhkan banyak asupan cairan agar tetap bugar, menepis tudingan sengaja mengganggu Garuda Muda.

Media Vietnam, Dantri, menilai bahwa reaksi keras Gerald Vanenburg kemungkinan besar dipicu oleh insiden kontroversial ini. Mereka mengindikasikan bahwa akumulasi kekecewaan dan insiden di lapangan menjadi penyebab utama sikap Vanenburg pasca-pertandingan.

Dampak dan Pernyataan Gerald Vanenburg Pasca-Final Piala AFF U-23 2025

Kemenangan 1-0 atas Indonesia membawa Vietnam meraih gelar juara Piala AFF U-23 untuk ketiga kalinya secara beruntun. Sementara itu, Timnas Indonesia U-23 harus puas menjadi runner-up di kandang sendiri, meskipun skuad Garuda Muda sempat mendominasi serangan namun kesulitan menembus pertahanan disiplin Vietnam hingga peluit panjang dibunyikan.

Pasca-pertandingan, Gerald Vanenburg menyampaikan permintaan maaf atas kegagalan timnya meraih juara. Ia mengakui kekalahan tersebut namun juga menyatakan kebanggaannya terhadap para pemain yang telah berjuang keras.

"Terima kasih semuanya, saya minta maaf untuk kekalahan ini," ujar Gerald Vanenburg, menunjukkan rasa tanggung jawabnya. "Tapi sejujurnya saya pikir para pemain melakukan yang terbaik. Mereka berusaha dengan baik. Saya bangga dengan para pemain," tambahnya, memuji dedikasi skuad Garuda Muda.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan