4 Pelatih Belanda Bertarung di BRI Super League 2025/2026, Siapa Saja Mereka?

BRI Super League 2025/2026 hadir dengan warna baru, terutama dari sisi kepelatihan. Musim ini, dominasi pelatih asing begitu terasa, dengan hanya satu dari 18 tim yang masih mempercayakan kursi pelatih kepada sosok lokal.

Diperbarui 31 Juli 2025, 22:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Meski belum memiliki koleksi trofi sebagai pelatih, Jansen tetap dipandang sebagai figur potensial berkat pengalaman melatih klub-klub seperti Heerenveen, Safa, dan PEC Zwolle. Latar belakangnya sebagai mantan pemain juga dinilai mampu menambah nuansa baru dalam strategi tim.

Penunjukan ini menunjukkan keseriusan manajemen Bali United untuk kembali bersaing di papan atas. Jansen diharapkan bisa menyuntikkan energi segar dan filosofi sepak bola Eropa yang sesuai dengan karakter tim.

Kini, publik menanti apakah sentuhan tangan dingin Jansen mampu mengantar Bali United kembali ke jalur juara, atau justru jadi tantangan berat dalam karier barunya di sepak bola Indonesia.

Jean-Paul van Gastel

Jean-Paul van Gastel dikenal sebagai sosok yang cukup dihormati di dunia sepak bola Belanda. Selama berkarier sebagai pemain, ia sempat memperkuat Feyenoord selama lima musim dan mencatatkan 25 gol dari 121 laga. Ia juga membantu klub meraih trofi Eredivisie dan Johan Cruyff Shield.

Setelah pensiun, Van Gastel beralih ke dunia kepelatihan sejak 2004. Ia memulai karier sebagai pelatih tim junior Willem II dan perlahan meniti jalan hingga kembali ke Feyenoord, kali ini sebagai asisten pelatih. Di sinilah ia berperan besar dalam masa keemasan klub, dengan koleksi tiga gelar utama dalam tiga musim.

Kariernya tidak terbatas di tanah kelahiran saja. Van Gastel sempat menangani Guangzhou City di Tiongkok, lalu NAC Breda, serta menjabat asisten pelatih di BeÅŸiktaÅŸ, klub besar asal Turki. Pengalaman internasional ini memperkaya kapasitasnya sebagai pelatih modern.

Kini, ia siap memulai petualangan baru di Indonesia bersama PSIM Yogyakarta. Kehadiran Van Gastel tentu memberi harapan besar bagi klub untuk naik level, mengingat rekam jejaknya yang mentereng di level domestik dan internasional.

Peter de Roo

Peter de Roo kini memegang kendali di Persis Solo sebagai pelatih kepala. Pria asal Belanda berusia 55 tahun ini datang dengan segudang pengalaman, meski rekam jejaknya belum sepenuhnya mengilap.

Setelah pensiun sebagai pemain pada 2003, mantan gelandang BV Veendam dan SC Cambuur ini lebih banyak berkiprah di balik layar. Ia sempat menjabat direktur teknik di sejumlah organisasi, termasuk SC Cambuur, Football Queensland, FFA Centre of Excellence di Australia, hingga Timnas Malaysia.

Karier kepelatihan langsungnya dimulai saat menangani klub Singapura, Balestier Khalsa, sejak 2022. Kini, tantangan baru menantinya di Liga 1 bersama Persis Solo.

De Roo tentu berharap bisa menghadirkan prestasi nyata bagi Laskar Sambernyawa, sekaligus membuktikan kapasitasnya sebagai arsitek andal di kancah sepak bola Indonesia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ari Rachman PrayogaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan