Mason Mount Bangkit: Janji Tebus Dosa Musim Lalu di Manchester United

Mason Mount mengakui musim lalu menyakitkan bagi Manchester United, namun menegaskan para pemain kini siap bangkit di bawah Ruben Amorim untuk menebus hasil buruk tersebut.

Diperbarui 25 Juli 2025, 05:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Musim lalu menjadi babak kelam dalam sejarah Manchester United. Tim mengakhiri kompetisi di posisi ke-15, pencapaian terburuk mereka sejak terdegradasi pada 1974. Kekalahan di final Liga Europa melawan Tottenham semakin melengkapi derita.

Mason Mount, yang dibeli dari Chelsea seharga 60 juta pounds, turut merasakan pahitnya musim tersebut. Cedera membuatnya sulit berkontribusi maksimal, tetapi kini ia menatap musim baru dengan semangat baru. Di bawah arahan Ruben Amorim, ia bertekad menebus kegagalan.

“Sepanjang musim terasa menyakitkan,” kata Mount. “Namun, ini lembaran baru. Kami tahu musim lalu tidak cukup baik, dan sekarang waktunya bangkit.”

Persaingan Sehat dan Peran Pemain Baru

Mount kembali masuk skuad utama menjelang akhir musim lalu setelah empat bulan absen karena cedera. Meski United telah menggelontorkan 133,5 juta pounds untuk mendatangkan Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo, Mount tidak gentar bersaing memperebutkan posisi inti.

“Di klub seperti Manchester United, kompetisi itu wajib,” ujarnya. “Kami ingin menang sebagai tim, dan para pemain baru sudah menunjukkan performa apik di latihan.”

Mount menilai adaptasi awal selalu menjadi tantangan, tapi para pemain lama berusaha membuat para rekrutan anyar merasa nyaman. Ia percaya pengalaman mereka di Premier League bisa langsung berdampak positif bagi tim.

“Mereka tahu betapa sulitnya Premier League. Gol dan assist yang sudah mereka buat, itu yang kami butuhkan,” katanya. “Kami bekerja sama untuk meningkatkan hal itu, karena musim lalu kami tidak mencapai target tersebut.”

Lupakan Bilbao, Fokus ke Pramusim

Kekalahan 0-1 dari Tottenham di Bilbao dalam final Liga Europa masih menyisakan luka. Namun Mount memilih untuk belajar dari momen pahit itu dan memanfaatkan pramusim sebagai ajang pembenahan.

“Butuh waktu lama untuk move on,” akunya. “Saya sudah beberapa kali kalah di final, dan itu tidak pernah mudah.”

Ia menekankan pentingnya masa pramusim di bawah Amorim, apalagi sang manajer baru mulai menangani tim di pertengahan musim lalu. Dengan waktu lebih panjang sekarang, Mount yakin tim bisa membangun fondasi yang kuat.

“Pramusim ini sangat penting bagi kami. Inilah momen untuk membenahi banyak hal yang belum sempat kami lakukan musim lalu,” pungkasnya.

 
 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Donald Trump Siap Hadir di Final Piala Dunia 2026 dan Serahkan Trofi Juara

Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Manchester United, salah satu klub papan atas Liga Inggris. MU adalah klub tersukses di sejarah Liga Inggris modern
    Manchester United FC adalah klub sepak bola profesional yang berbasis di Old Trafford, Manchester Raya. MU bermain di Premier League.
    Manchester United
  • liputan6
    Liga Inggris atau lebih dikenal dengan Liga Primer Inggris merupakan kompetisi utama di Inggris yang diikuti 20 tim untuk mendapatkan gelar
    Liga Inggris
  • Mason Mount adalah pesepak bola asal Inggris yang bermain untuk klub Premier League Chelsea.
    Mason Mount adalah pesepak bola asal Inggris yang bermain untuk klub Premier League Chelsea.
    Mason Mount
  • Premier League