Gavi dan Tantangan Rebut Tempat di Tengah Gemerlap Lini Tengah Barca

Setelah absen panjang akibat cedera, Pablo Gavi menghadapi musim yang menantang di bawah pelatih baru Hansi Flick. Apakah ia masih punya tempat di lini tengah Barcelona yang penuh bintang?

Diperbarui 21 Juli 2025, 06:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Musim 2024/2025 menjadi salah satu musim terbaik bagi Barcelona dalam beberapa tahun terakhir. Klub Catalan meraih tiga gelar domestik dan hanya gagal di semifinal Liga Champions setelah dikalahkan Inter Milan. Performa kolektif ini membuat banyak pemain mengalami lonjakan performa, kecuali satu nama yang kini disorot: Pablo Gavi.

Sebelum cedera lutut yang serius saat membela Timnas Spanyol, Gavi adalah motor Barcelona. Ia dikenal dengan energi luar biasa dan teknik yang kerap terlupakan karena gaya mainnya yang agresif. Namun, cedera tersebut memaksanya menepi cukup lama dan kini ia tidak lagi otomatis menempati starting XI di bawah asuhan Hansi Flick.

Dengan masa pramusim yang sedang berlangsung, Gavi dihadapkan pada tantangan besar untuk kembali ke posisi idealnya. Tanpa status 'tak tergantikan', pemain berusia 20 tahun ini harus bersaing ketat dengan deretan gelandang papan atas yang dimiliki Barcelona saat ini.

Komposisi Lini Tengah Ideal Versi Hansi Flick

Dalam skema ideal Hansi Flick, tiga slot lini tengah sudah mulai terbentuk. Frenkie de Jong dipercaya sebagai jangkar permainan dan kini semakin dekat dengan perpanjangan kontrak. Sementara Pedri diposisikan sebagai penghubung utama ke lini depan dan menjadi sosok tak tergantikan.

Slot terakhir kemungkinan besar diisi oleh Dani Olmo, terutama untuk pertandingan penting. Namun, catatan cedera yang kerap menimpa Olmo membuka peluang bagi nama lain seperti Fermin Lopez untuk masuk ke dalam rotasi utama. Ini membuat persaingan makin terbuka, tetapi juga makin sulit untuk Gavi.

Meskipun Flick dikenal fleksibel, sistemnya menuntut tipe gelandang yang spesifik. Satu peran lebih bertugas sebagai kreator dan pengatur irama, sementara satu lainnya menjadi bagian dari barisan serang dan harus tajam di depan gawang.

Gavi Tak Masuk Skema Murni Nomor 6 atau Nomor 8

Kendala terbesar Gavi saat ini adalah posisi alaminya yang tidak sepenuhnya cocok dengan dua tipe gelandang yang dibutuhkan Flick. Ia tidak punya daya cipta seperti Pedri untuk jadi pengatur serangan dari lini kedua, namun juga tidak setajam Dani Olmo dalam menciptakan gol dari area depan.

Gavi adalah gelandang serba bisa yang sangat dihargai dalam sepak bola modern, tetapi Flick tampaknya belum punya peran spesifik untuknya dalam rencana utama tim. Ia bukan tipikal nomor 6 murni, pun bukan nomor 8 yang agresif menyerang. Ini menjadikannya sebagai bagian dari rotasi, bukan pemain kunci.

Selama musim 2024/2025, Gavi mencatat 42 penampilan di semua kompetisi dengan torehan lima gol dan dua assist. Angka yang cukup solid, namun masih belum cukup untuk menjamin tempat utama di skuat yang semakin kompetitif.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Sejarah, Timnas Voli Indonesia Tembus Final AVC Men's Volleyball Cup 2026

Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • La Liga adalah liga sepak bola divisi tertinggi yang ada di Spanyol.
    La Liga merupakan sebuah liga sepak bola divisi tertinggi yang ada di Spanyol.
    La Liga
  • Barcelona adalah salah satu klub besar dunia yang bermain di La Liga Spanyol
    FC Barcelona adalah klub sepak bola Spanyol yang dikenal dengan dominasinya di kompetisi domestik dan Eropa, serta memiliki sejarah panjang dalam pengembangan talenta muda dan strategi transfer yang dinamis.
    Barcelona
  • liputan6
    Hans-Dieter atau dikenal dengan nama Hansi Flick, adalah seorang mantan pemain, dan pelatih sepak bola yang melatih Tim nasional Jerman.
    Hansi Flick
  • Liga Spanyol
  • Pablo Gavi