Turnamen Padel Clash of Communities Diikuti 200 Atlet

Clash of Communities digelar oleh Dewa United. Acara ini diikuti 200 pecinta padel di Tangerang dan sekitarnya.

OlehThomas
Diperbarui 18 Juli 2025, 20:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Padel semakin digemari di Indonesia. Hampir setiap pekan ada turnamen padel yang digelar. Yang terbaru ada, Clash of Communities. Ajang ini akan berlangsung 19-20 Juli 2025 di Crown Padel, Alam Sutera Tangerang.

Clash of Communities diikuti 200 atlet padel. Event ini digelar oleh Padel Banten Tourney, Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI), dan tim Dewa United Padel.

Digelarnya Clash of Communities ini sekaligis untuk menjadi momentum penting mendorong pertumbuhan ekosistem padel di Indonesia. Saat ini padel merupakan olahraga yang pertumbuhannya paling pesat di tanah air dalam setahun terakhir.

Event ini mendapat dukungan dari DRX yang menghadirkan inovasi terbarunya Padel Hub. Lewat Padel Hub, memungkinkan komunitas untuk membuat dan mengelola turnamen dengan berbagai format populer seperti Americano dan Mexicano, hanya lewat satu aplikasi — gratis tanpa biaya tambahan.

“Kami di DRX percaya bahwa masa depan olahraga harus inklusif dan partisipatif,” ungkap Kash Topan, Founder DRX.

“Kolaborasi seperti ini membuktikan bahwa komunitas dan teknologi bisa bersatu untuk menciptakan pengalaman olahraga yang lebih hidup, baik di lapangan maupun di layar.”

Sejarah Olahraga Padel

Padel kini semakin populer di Indonesia. Lalu, seperti apa sejarah dan cara bermain olahraga ini?

Padel adalah olahraga raket yang memadukan unsur tenis dan squash, dimainkan di lapangan berdinding yang lebih kecil dari lapangan tenis. Olahraga ini menggunakan raket solid tanpa senar dan bola bertekanan rendah.

Padel menawarkan kemudahan akses bagi pemula dan dimainkan secara berpasangan, sehingga menjadi pilihan aktivitas yang menyehatkan sekaligus mempererat hubungan sosial.

Padel pertama kali diperkenalkan di Indonesia sekitar tahun 2010-an. Awalnya, olahraga ini dibawa oleh komunitas ekspatriat dari Spanyol dan Argentina yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bali.

Perkembangan padel di Indonesia kemudian dipercepat oleh beberapa faktor kunci, termasuk peran tokoh berpengaruh, kemudahan akses dan pembelajaran, serta faktor sosial yang kuat.

Ada Peran Simon McMenemy

Popularitas padel semakin meningkat di kalangan masyarakat urban, profesional muda, kreator konten, hingga kalangan eksekutif. Banyak dari mereka mencari alternatif olahraga ringan yang tetap menantang. Selain itu, fasilitas padel yang semakin banyak bermunculan di kota-kota besar juga turut mendukung pertumbuhan olahraga ini.

Padel pertama kali dimainkan pada tahun 1969 di Acapulco, Meksiko oleh Enrique Corcuera. Ia menggabungkan unsur tenis dan squash dalam olahraga ini. Pada tahun 1974, Alfonso, seorang teman Corcuera, membawa olahraga ini ke Spanyol dan mulai mempopulerkannya dengan beberapa modifikasi.

Federation International de Padel (FIP) didirikan di Madrid pada tahun 1991. Pendirian ini menjadikan padel sebagai olahraga resmi dengan kejuaraan internasional. Kini, padel sangat populer di Spanyol, Meksiko, dan mulai menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia sejak tahun 2021.

Di Indonesia, salah satu tokoh yang berperan penting dalam memperkenalkan padel adalah Simon McMenemy, mantan pelatih tim nasional sepak bola Indonesia. Kehadirannya turut meningkatkan popularitas olahraga ini, terutama di kalangan atlet dan penggemar olahraga.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tempat Menonton Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026

ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan