Penghormatan Abadi: Diogo Jota Masuk Hall of Fame Wolverhampton Setelah Tragedi

Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola dengan meninggalnya Diogo Jota, bintang Liverpool dan mantan pemain Wolves, dalam kecelakaan tragis. Klub memberikan penghormatan terakhir.

Diterbitkan 18 Juli 2025, 23:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola internasional setelah Diogo Jota, penyerang berbakat asal Portugal yang dikenal luas atas kontribusinya di Liverpool dan Wolverhampton Wanderers, meninggal dunia.

Jota, bersama saudaranya Andre Silva, menjadi korban kecelakaan mobil tragis di provinsi Zamora, Spanyol, pada 3 Juli 2025. Peristiwa ini terjadi saat ia dalam perjalanan kembali ke Inggris untuk persiapan pra-musim.

Kematian mendadak Diogo Jota pada usia 28 tahun ini sontak mengejutkan dan meninggalkan duka mendalam bagi penggemar serta rekan-rekan sejawatnya di seluruh dunia.

Sebagai bentuk penghormatan atas warisan dan dampaknya yang luar biasa, Wolverhampton Wanderers dengan cepat mengumumkan masuknya nama Diogo Jota ke dalam jajaran Hall of Fame klub. Keputusan ini diambil sebagai pengakuan atas pencapaiannya yang gemilang dan kesedihan mendalam atas kepergiannya yang tak terduga.

Liverpool FC, klub terakhir yang dibela Diogo Jota, juga turut merasakan kehilangan yang besar dan telah memberikan penghormatan yang layak. Nomor punggung 20 yang dikenakan Jota selama lima tahun di Anfield dipensiunkan sebagai simbol dedikasi dan kontribusinya.

Insiden ini, yang terjadi tak lama setelah ia menjalani operasi paru-paru ringan, menggarisbawahi kerapuhan hidup seorang atlet di puncak kariernya.

Pengakuan Abadi dari Wolverhampton Wanderers

Keputusan cepat Wolverhampton Wanderers untuk memasukkan Diogo Jota ke dalam Hall of Fame klub merupakan respons langsung terhadap tragedi yang menimpanya. John Richards, Wakil Presiden Wolves sekaligus ketua komite independen pengelola Hall of Fame, menyatakan bahwa langkah ini diambil sesegera mungkin.

"Ada rasa sedih dan ketidakpercayaan yang begitu besar atas tragedi mengerikan ini sehingga kami ingin memberikan penghormatan kami sendiri sesegera mungkin," ujar Richards.

Richards menjelaskan bahwa proses normal untuk memasukkan nama ke jajaran Hall of Fame Wolves biasanya memerlukan diskusi mendalam selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Namun, dalam kasus Diogo Jota, keputusan ini diambil secara instan.

Hal ini mencerminkan emosi luar biasa yang dirasakan oleh para pendukung dan komunitas sepak bola yang lebih luas, serta warisan luar biasa yang ditinggalkan oleh sang pemain.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Diogo Jota berseragam Wolves pada periode 2018 hingga 2020, sebelum akhirnya pindah ke Liverpool. Selama waktunya di Molineux, ia menjadi bagian integral dari tim yang meraih promosi ke Liga Premier di bawah asuhan Nuno Espírito Santo dan tampil gemilang di tahun-tahun awal kembali di kasta tertinggi. Richards menambahkan, "Kami ingat betapa hebatnya Diogo bagi Wolves selama musim promosi yang tidak terlupakan dan tahun-tahun awal kami kembali di Liga Premier."

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan