Chelsea vs PSG: 8 Pertemuan yang Membentuk Sebuah Rivalitas Sejak 2004

Pertemuan mereka bukan hanya soal hasil, tapi juga tentang drama, gol-gol indah, hingga momen emosional yang melekat dalam ingatan para penggemar.

Diperbarui 11 Juli 2025, 15:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Namun, leg kedua di Stamford Bridge menjadi panggung Jose Mourinho. Chelsea membalikkan keadaan lewat gol Andre Schurrle dan penyelesaian dramatis dari Demba Ba di menit-menit akhir, memastikan kemenangan 2-0 dan tiket semifinal lewat agresivitas gol tandang.

Mourinho berlari liar di pinggir lapangan, merayakan gol itu dengan gaya khasnya. Momen ini menjadi salah satu perayaan paling terkenal sang manajer selama menangani Chelsea.

Dua laga ini menunjukkan betapa tipisnya margin kemenangan di antara mereka, dan menjadi simbol dari intensitas rivalitas dua klub ini.

Februari 2015: Gol Ivanovic dan Cavani, Ketegangan di Paris

Leg pertama babak 16 besar musim 2014/15 diwarnai permainan intens nan fisikal. Chelsea lebih efektif dengan Branislav Ivanovic mencetak gol tandukan dari skema bola mati. Namun, PSG yang tampil lebih dominan berhasil menyamakan kedudukan lewat Edinson Cavani.

Meski hanya berakhir 1-1, laga ini menyisakan rasa frustrasi di kubu PSG, yang merasa seharusnya bisa menang lebih besar. Sebaliknya, Chelsea percaya diri membawa modal gol tandang ke London.

Pertandingan ini menjadi pembuka dari rangkaian dua leg yang berujung salah satu laga paling ikonik di antara mereka.

Maret 2015: Thriller di London, Silva Bungkam Stamford Bridge

Pertemuan di babak 16 besar musim berikutnya lebih dramatis lagi. Imbang 1-1 pada leg pertama di Paris, PSG harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-31 setelah Zlatan Ibrahimovic dikartu merah pada leg kedua di Stamford Bridge. Namun, semangat juang mereka tak padam.

Chelsea unggul lebih dulu lewat Gary Cahill, tetapi David Luiz membalas lewat sundulan kerasnya. Eden Hazard sempat menghidupkan harapan tuan rumah lewat penalti di babak tambahan, tapi Thiago Silva mencetak gol ikonik lewat sundulan untuk menyamakan skor dan membuat PSG lolos lewat aturan gol tandang.

Laga ini dianggap sebagai salah satu duel Liga Champions paling mendebarkan dalam sejarah kompetisi tersebut.

Februari 2016: Mikel Obi dan Cavani, Duel Fisik Berbalas Gol

Leg pertama babak 16 besar musim 2015/16 berlangsung di Parc des Princes dan menyuguhkan pertarungan taktik. Ibrahimovic membuka keunggulan PSG lewat tendangan bebas yang mengenai badan pemain Chelsea.

John Mikel Obi menyamakan kedudukan lewat gol menjelang turun minum. Namun, PSG kembali unggul melalui penyelesaian apik Edinson Cavani yang memanfaatkan celah pertahanan The Blues.

Skor akhir 2-1 memberi keunggulan penting bagi PSG sebelum menuntaskan tugasnya di leg kedua di London.

Maret 2016: Ibrahimovic Show di Stamford Bridge

Chelsea kembali menjadi korban dari inspirasi Ibrahimovic. Setelah kemenangan 2-1 PSG di Paris, mereka datang ke London dengan kepercayaan diri tinggi. Adrien Rabiot membuka skor setelah menerima assist dari Zlatan.

Diego Costa sempat menyamakan kedudukan dan menyalakan harapan The Blues, tapi Ibrahimovic kembali menjadi aktor utama dengan mencetak gol kemenangan. PSG menang 2-1 dan lolos dengan agregat 4-2.

Ini menjadi akhir dari era Chelsea di Liga Champions musim itu, sementara PSG makin menunjukkan tajinya sebagai kekuatan baru Eropa.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan