Cerita Transfer Gagal Ivan Rakitic ke Sunderland yang Bikin Geleng-Geleng Kepala

Ivan Rakitic ternyata nyaris bergabung dengan Sunderland pada 2011 hanya seharga sekkitar Rp8 miliar, sebelum akhirnya meledak di Sevilla dan Barcelona.

Diperbarui 08 Juli 2025, 09:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ivan Rakitic baru saja mengumumkan pensiun dari dunia sepak bola pada usia 37 tahun. Gelandang Kroasia itu mengakhiri karier gemilangnya setelah tampil untuk klub seperti Sevilla, Barcelona, dan timnas Kroasia yang ia bawa ke final Piala Dunia 2018.

Meski identik dengan klub-klub besar Eropa, ternyata Rakitic pernah nyaris menjadi milik klub Premier League yang jauh dari sorotan: Sunderland. Transfer itu hampir terjadi pada 2011, ketika ia masih bermain untuk Schalke 04.

Rakitic kini akan tetap berada di dunia sepak bola, bergabung dengan struktur kepemimpinan olahraga Hajduk Split, klub terakhir yang ia bela sebelum pensiun.

Sunderland Sempat di Ambang Dapatkan Rakitic

Pada Januari 2011, kontrak Rakitic bersama Schalke tinggal enam bulan lagi. Saat itu, tim scouting Sunderland yang dipimpin Ian Atkins sudah mengidentifikasi sang pemain sebagai target potensial.

Menurut Atkins, mereka sudah menyiapkan rencana untuk mendatangkan Rakitic dengan kompensasi tak lebih dari £380 ribu (sekitar Rp8 miliar). Jika kesepakatan pra-kontrak terwujud, Sunderland bisa merekrutnya secara resmi musim panasnya tanpa biaya transfer besar.

Sayangnya, klub asal Inggris itu tidak menindaklanjuti minat tersebut. Schalke pun memilih menjual Rakitic ke Sevilla dengan mahar sekitar £2 juta (sekitar Rp44 miliar) untuk menghindari kehilangan sang pemain secara cuma-cuma.

Dari Gagal ke Inggris, Melejit Bersama Sevilla dan Barcelona

Kepindahan ke Sevilla menjadi titik balik karier Rakitic. Di klub Andalusia itu, ia menjelma menjadi jenderal lini tengah dan membawa tim menjuarai Liga Europa.

Tak lama kemudian, Barcelona datang meminangnya. Di Camp Nou, Rakitic memenangkan Liga Champions, empat gelar La Liga, dan berbagai trofi lainnya, menjadikannya salah satu gelandang terbaik di generasinya.

Ian Atkins, yang kemudian hengkang ke Everton pada 2012, menyesali kegagalan itu. Ia menulis dalam refleksi pribadinya bahwa setelah kepergiannya, sistem rekrutmen Sunderland menurun drastis, dan klub mulai menghamburkan dana untuk pembelian yang gagal total.

 
 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Bungkam Oman, Timnas Voli Indonesia Melenggang ke Semifinal AVC Men's Cup

Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • liputan6
    Liga Inggris atau lebih dikenal dengan Liga Primer Inggris merupakan kompetisi utama di Inggris yang diikuti 20 tim untuk mendapatkan gelar
    Liga Inggris
  • Sunderland merupakan salah satu tim sepak bola profesional yang berasal dari Inggris
    Sunderland merupakan salah satu tim sepak bola profesional yang berasal dari Inggris
    Sunderland
  • Barcelona adalah salah satu klub besar dunia yang bermain di La Liga Spanyol
    FC Barcelona adalah klub sepak bola Spanyol yang dikenal dengan dominasinya di kompetisi domestik dan Eropa, serta memiliki sejarah panjang dalam pengembangan talenta muda dan strategi transfer yang dinamis.
    Barcelona
  • Sevilla Futbol Club atau lebih dikenal dengan nama Sevilla adalah klub sepak bola asal kota Sevilla, Spanyol
    Sevilla Futbol Club atau lebih dikenal dengan nama Sevilla adalah klub sepak bola asal kota Sevilla, Spanyol
    Sevilla
  • Ivan Rakitic adalah pesepak bola profesional Kroasia yang bermain di klub Spanyol FC Barcelona dan Tim Nasional Kroasia.
    Ivan Rakitic adalah pesepak bola profesional Kroasia yang bermain di klub Spanyol FC Barcelona dan Tim Nasional Kroasia.
    Ivan Rakitic