Lagu untuk Diogo Jota: Chant 'Better than Figo' yang Abadi di Anfield

Anfield diselimuti duka. Kabar mengejutkan datang dari Merseyside: penyerang andalan Liverpool bernomor punggung 20, Diogo Jota, meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan tragis.

Diperbarui 04 Juli 2025, 11:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Manajer Liverpool kala itu, Jurgen Klopp, melihat potensi besar dalam diri Jota. Meski usianya masih 23 tahun, Klopp menilai ia memiliki masa depan cerah. Pandangan itu terbukti benar, Jota berkembang menjadi salah satu penyerang paling tajam di lini depan The Reds.

Lagu Kebanggaan Sang Nomor 20

Setiap pahlawan memiliki lagu kebesarannya, demikian pula dengan Diogo Jota. Chant ikonik miliknya lahir dari sebuah malam penuh keajaiban, kala ia tampil gemilang dalam kemenangan 2-1 atas Arsenal pada 2022.

Kemenangan di Emirates Stadium tersebut membuka jalan bagi Liverpool ke final Carabao Cup. Dalam atmosfer kemenangan itulah, lagu baru yang penuh semangat mulai menggema dari tribun pendukung Liverpool.

Melodi lagu ini diadaptasi dari chant suporter klub Argentina, River Plate, yang pada gilirannya terinspirasi dari lagu legendaris Bad Moon Rising karya Creedence Clearwater Revival.

Liriknya begitu personal, menggambarkan sosok Jota secara utuh: nomor punggung 20, kemampuannya membawa kemenangan, hingga aksi khasnya di sisi kiri lapangan. Bahkan, chant itu dengan berani menyebut Jota lebih hebat dari legenda Portugal, Luis Figo.

Lirik Lagu Suporter Liverpool untuk Diogo Jota: Better than Figo!

Oh, he wears the number 20,

He will take us to victory,

And when he’s running down the left wing,

He’ll cut inside and score for LFC,

He’s a lad from Portugal,

Better than Figo don’t you know,

Oh, his name is Diogo!

Gema Abadi dari Tribun The Kop

Sejak pertama kali dilantunkan, chant ini langsung menjadi salah satu lagu favorit para pendukung di Anfield. Jota, pemuda asal Portugal itu, telah mendengar namanya dielu-elukan ribuan kali oleh para penggemarnya.

Momen paling menyentuh terjadi saat perayaan gelar Premier League pada Mei lalu, yang kini dikenang sebagai kali terakhir ia mendengar chant itu secara langsung. Kala itu, para suporter menyanyikan lagu khusus untuk tiap pemain sebagai bentuk penghormatan.

Saat giliran lagunya diperdengarkan, Jota melangkah ke arah tribune dengan senyum lebar. Ia mengangkat syal di atas kepala, melompat kecil mengikuti irama, dan menyatu dalam kebahagiaan bersama para pendukungnya.

Kini, di depan gerbang Anfield, bunga-bunga dan pesan duka menggantikan sorakan kemenangan yang biasa menyambutnya. Namun satu hal pasti: chant “Oh, his name is Diogo!” akan terus bergema, lebih lantang dari sebelumnya—sebagai bentuk cinta abadi untuk seorang pahlawan yang telah pergi.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan