Lagu untuk Diogo Jota: Chant 'Better than Figo' yang Abadi di Anfield

Anfield diselimuti duka. Kabar mengejutkan datang dari Merseyside: penyerang andalan Liverpool bernomor punggung 20, Diogo Jota, meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan tragis.

Diperbarui 04 Juli 2025, 11:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Anfield diselimuti duka. Kabar mengejutkan datang dari Merseyside: penyerang andalan Liverpool bernomor punggung 20, Diogo Jota, meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan tragis.

Kepergian Jota meninggalkan kehampaan mendalam, tak hanya di lini depan The Reds, tetapi juga di hati para pendukung setianya. Ia bukan sekadar pesepak bola, tetapi sosok panutan dan idola yang namanya kerap menggema lantang dari tribune The Kop.

Perjalanan hidupnya dari Portugal hingga menjadi salah satu bintang utama Liverpool adalah kisah penuh perjuangan. Ia hadir, bekerja keras, dan berhasil mencuri hati para Liverpudlian lewat gol-gol penting dan kontribusinya dalam meraih trofi.

Kini, yang tersisa hanyalah kenangan serta sebuah chant yang akan terus dinyanyikan sebagai bentuk penghormatan. Lagu itu menjadi pengiring perjalanan singkat namun gemilang Jota di Anfield, membuat namanya abadi di kalangan suporter.

Tragedi di Jalanan Spanyol

Kecelakaan fatal yang merenggut nyawa Jota terjadi di Spanyol. Insiden tersebut berlangsung di jalan A-52, kawasan Palacios de Sanabria, pada Kamis dini hari waktu setempat.

Laporan menyebutkan mobil Lamborghini yang ditumpangi Jota keluar jalur setelah mengalami pecah ban. Kendaraan itu lantas terbakar hebat, hingga tak menyisakan kemungkinan penyelamatan.

Lebih memilukan, Jota tidak sendiri dalam perjalanan itu. Ia ditemani sang kakak, Andre Silva—mantan pemain muda FC Porto—yang juga menjadi korban dalam insiden tersebut.

Tim pemadam kebakaran dari kepolisian Zamora yang tiba di lokasi memastikan terjadinya tragedi tersebut. Mereka berupaya keras menjinakkan kobaran api yang telah menghanguskan kendaraan sekaligus merenggut dua nyawa bersaudara itu.

Dari Tanah Lusitania ke Anfield

Sebelum menjadi pujaan di Anfield, Jota memulai langkah profesionalnya bersama Pacos de Ferreira di Portugal. Bakat besarnya kemudian mengantarnya ke klub raksasa La Liga, Atletico Madrid, pada tahun 2016.

Namun, masa peminjaman ke FC Porto pada musim 2016–2017 menjadi titik balik penting dalam kariernya. Di sana, ia berlatih di lingkungan yang sama dengan akademi tempat saudaranya, Andre Silva, menimba ilmu sepak bola.

Setelah mencuri perhatian di Premier League bersama Wolverhampton Wanderers, Liverpool datang menebusnya dengan nilai transfer sebesar 45 juta poundsterling pada September 2020. Transfer tersebut menjadi langkah besar yang mengantar Jota menuju status sebagai bintang besar.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Manajer Liverpool kala itu, Jurgen Klopp, melihat potensi besar dalam diri Jota. Meski usianya masih 23 tahun, Klopp menilai ia memiliki masa depan cerah. Pandangan itu terbukti benar, Jota berkembang menjadi salah satu penyerang paling tajam di lini depan The Reds.

Halaman
Show All
Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan