Man City Pulang dari Piala Dunia Antarklub 2025 dengan 2 Hal: Luka dan Rp 842,5 miliar di Kantong

Alih-alih menjadi favorit untuk mengangkat trofi, The Citizens justru tersingkir secara mengejutkan di babak 16 besar usai dikalahkan klub Arab Saudi, Al-Hilal.

Diperbarui 02 Juli 2025, 09:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kiprah Manchester City di Piala Dunia Antarklub 2025 berakhir dengan nada pahit. Alih-alih menjadi favorit untuk mengangkat trofi, The Citizens justru tersingkir secara mengejutkan di babak 16 besar usai dikalahkan klub Arab Saudi, Al-Hilal.

Kekalahan ini bukan hanya mengejutkan para pendukung, tapi juga meninggalkan pertanyaan besar: apakah partisipasi City di turnamen ini layak disebut sukses?

Meski mendominasi babak penyisihan grup dengan sempurna, tiga kemenangan dari tiga laga, City justru kehilangan tajinya saat menghadapi Al-Hilal. Laga dramatis yang harus diselesaikan di babak tambahan waktu itu berakhir dengan kekalahan, menutup langkah mereka lebih cepat dari yang diperkirakan.

"Kami telah menjalani perjalanan yang luar biasa bersama dan berada di tempat yang baik. Suasananya sangat bagus. Tetapi kami pulang dan sekarang saatnya untuk beristirahat, menenangkan pikiran kami untuk musim baru," ujar Pep Guardiola kepada BBC Sport.

Evaluasi Pemain Baru: Masih Butuh Waktu?

Meski hasil akhir mengecewakan, turnamen ini memberikan gambaran awal tentang kualitas pemain anyar City. Tijjani Reijnders, gelandang asal Belanda yang direkrut dari AC Milan, tampil enerjik dan memberi dimensi baru di lini tengah.

Rayan Cherki juga mencuri perhatian. Penyerang muda asal Prancis itu mencetak gol penting saat melawan Al Ain dan mencatatkan assist brilian untuk Phil Foden dalam laga kontra Al-Hilal. Meskipun belum sepenuhnya konsisten, potensi Cherki terlihat jelas.

Namun, lini belakang menyisakan kekhawatiran. Rayan Ait-Nouri memang aktif dalam serangan, tetapi performa bertahannya masih jadi titik lemah. Bek sayap asal Aljazair ini tampak kesulitan membaca pergerakan lawan saat menghadapi kecepatan para pemain Al-Hilal.

Uang Tak Pernah Tidur: City Tetap Untung Besar

Manchester City pulang dengan dompet tebal. Mereka menjadi tim dengan pendapatan tertinggi dari fase grup, berkat tiga kemenangan yang masing-masing bernilai hampir £1,5 juta. Termasuk biaya partisipasi, total pendapatan City dari turnamen ini ditaksir mencapai £37,8 juta.

FIFA sendiri menetapkan biaya partisipasi sebesar £27,9 juta berdasarkan "kriteria olahraga dan komersial". Hadiah yang akan mereka terima bisa bertambah hingga £53,8 juta andai mereka menjuarai turnamen. Namun, kegagalan melaju ke perempat final membuat mereka kehilangan potensi bonus tambahan senilai £9,5 juta.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Menariknya, dana sebesar itu cukup untuk membiayai salah satu transfer anyar mereka: Rayan Cherki, yang ditebus dari Lyon seharga £30,5 juta. Dengan kata lain, meski gagal berbicara banyak di lapangan, City setidaknya bisa tersenyum dari sisi pembukuan.

Halaman
Show All
Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan