5 Hal Penting dari Laga Real Madrid 1-0 Juventus: Taktik, Bintang Muda, dan Peran Ideal Fede Valverde

Real Madrid melangkah ke perempat final Piala Dunia Antarklub 2025 usai menang lawan Juventus dengan skor 1-0

Diperbarui 02 Juli 2025, 09:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Mereka bukan hanya masa depan sepak bola Turki, tetapi juga tengah memantapkan posisi di level tertinggi sepak bola Eropa.

Xabi Alonso Mantap dengan Formasi Tiga Bek?

Xabi Alonso kembali menerapkan formasi tiga bek yang sebelumnya sukses saat menghadapi RB Salzburg. Trio Dean Huijsen, Aurelien Tchouameni, dan Antonio Rudiger tampil cukup solid, memberikan fondasi kuat bagi permainan Madrid.

Peran Huijsen cukup krusial di sisi kiri, membantu Fran Garcia menutup celah saat transisi bertahan. Sementara Tchouameni bermain fleksibel, sesekali naik ke lini tengah untuk menopang Fede Valverde dan Arda Guler.

Formasi ini seolah jadi jawaban Alonso untuk mengatasi ketidakseimbangan di lini belakang musim lalu, sekaligus memaksimalkan kekuatan gelandang-gelandangnya.

Valverde Temukan Peran Ideal di Tengah

Federico Valverde adalah pemain serba bisa, tapi Xabi Alonso tampaknya mulai menemukan posisi ideal bagi gelandang asal Uruguay tersebut. Setelah mencoba Valverde di berbagai peran, termasuk winger kanan saat melawan Pachuca, dua laga terakhir memperlihatkan kestabilan Valverde sebagai gelandang bertahan modern.

Dalam skema ini, Valverde mendapat kebebasan untuk naik saat menyerang, sementara Tchouameni mengisi ruang di belakang. Peran ini mengoptimalkan kemampuan fisik, teknik, dan kerja keras Valverde. Ia tak hanya memutus serangan lawan, tapi juga aktif mengalirkan bola ke lini depan.

Juventus Masih Inkonsisten, Tapi Punya Potensi

Perjalanan Juventus di Piala Dunia Antarklub 2025 berakhir di tangan Madrid. Namun, performa mereka sejatinya tidak sepenuhnya mengecewakan. Dari empat laga, Bianconeri mencatat dua kemenangan impresif, atas Al-Ain (5-0) dan Wydad Casablanca (4-1), meski juga menelan dua kekalahan dari tim top: Manchester City (2-5) dan Real Madrid (0-1).

Kekalahan dari City memang jadi alarm besar, namun saat menghadapi Madrid, Juventus tampil lebih terorganisir dan memberikan perlawanan ketat. Lini belakang tampil disiplin, dan serangan mereka tak jarang merepotkan Courtois.

Pelatih Igor Tudor menegaskan pentingnya pertandingan ini sebagai ajang pembelajaran. “Kami belajar dari pengalaman melawan dua tim dengan level tertinggi. Sangat penting untuk membandingkan posisi kami dengan tim-tim ini dan belajar untuk melangkah maju,” ujarnya kepada DAZN.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan