Bukan Lagi Soal Lari, tapi Kendali: Modric Datang, Allegri Ubah Wajah Lini Tengah AC Milan

Tak lagi mengandalkan intensitas lari, Milan kini mengusung pendekatan yang lebih sabar dan terkontrol di lini tengah.

Diperbarui 01 Juli 2025, 17:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Musah yang dinilai kurang cocok dengan proyek Allegri harus digantikan oleh sosok yang lebih sesuai. Di sinilah peran Jashari atau Ricci menjadi semakin penting.

Lapangan Tengah Milan

Youssouf Fofana akan bertahan sebagai gelandang pekerja keras. Sementara itu, Ruben Loftus-Cheek diharapkan kembali ke performa terbaik setelah musim lalu dilanda masalah fisik.

Loftus-Cheek mencetak 10 gol di musim debutnya, tetapi musim lalu ia nihil gol dari 28 laga. Allegri yakin pemain asal Inggris itu bisa kembali menjadi senjata rahasia jika pulih sepenuhnya.

Dengan kehadiran Modric, peran Loftus-Cheek bisa lebih terfokus. Ia tak lagi harus mengatur permainan, cukup jadi pelari yang menembus lini belakang lawan.

Membangun dari Kontrol, Bukan Kekacauan

Musim lalu, Milan kesulitan menemukan formula pasti di lini tengah. Skema empat pemain dengan Theo dan Jimenez di sisi sayap, dan duet Reijnders-Fofana di tengah, tak memberi stabilitas.

Reijnders terkadang dimainkan lebih ke depan, atau Musah diminta menjadi poros ganda. Tidak ada pola yang konsisten karena kekurangan karakter pemegang kendali.

Kini, Milan ingin semua dimulai dari penguasaan bola. Mereka mencari gelandang yang tidak hanya berlari, tapi bisa berpikir di bawah tekanan.

Bukan Reijnders Baru, tapi Gaya Baru

Reijnders memang cerdas membaca ruang, tapi Milan tak ingin menduplikasinya. Mereka mengincar gelandang dengan karakter berbeda yang bisa menyokong kontrol permainan.

Dengan Modric sebagai arsitek utama, Ricci sebagai pengatur tempo, dan Jashari sebagai tenaga pelapis, keseimbangan akan tercipta. Allegri ingin setiap mezzala berlari atas komando dari pusat permainan.

Granit Xhaka dinilai terlalu mirip dengan karakter yang sudah ada, jadi makin jauh dari radar. Antara Jashari dan Javi Guerra, Allegri lebih percaya pada pemain Swiss itu.

Arah Baru yang Jelas

Allegri dan manajemen sepakat: Musah keluar, Jashari masuk. Pergantian ini menggambarkan arah permainan yang lebih tenang, lebih berpikir, dan lebih elegan.

Dengan Modric sebagai inspirasi, Milan tidak ingin bermain dengan intensitas liar. Mereka ingin mengendalikan laga dari tengah, bukan mengejarnya dari belakang.

Perlahan tapi pasti, wajah lini tengah Milan akan berubah total. Seperti kata Allegri, untuk membangun tim juara, semuanya harus dimulai dari otak permainan.

Sumber: La Gazzetta dello Sport, Sempre Milan

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan