PSSI Raih Penghargaan FIFA atas Pembangunan Training Center di IKN

PSSI mendapatkan penghargaan dari FIFA atas keberhasilan membangun PSSI National Training Center di IKN, yang dinilai sebagai kisah sukses pengembangan infrastruktur sepak bola di Asia.

Diterbitkan 18 Juni 2025, 22:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Untuk tahap kedua, rencananya akan dibangun total delapan lapangan yang terdiri atas lima lapangan utama, satu lapangan futsal, satu lapangan tertutup, dan satu lapangan sepak bola pantai. Pembangunan ini akan semakin melengkapi fasilitas yang sudah ada.

Pengembangan Infrastruktur Sepak Bola Berkelanjutan

Selain lapangan dan asrama, akan dibangun pula infrastruktur tambahan seperti stadion mini berkapasitas 5.000 orang, kolam renang, area latihan taktis dan fisik, serta fasilitas riset. Fasilitas-fasilitas ini akan mendukung pengembangan pemain secara menyeluruh.

Pembangunan PSSI National Training Center di IKN merupakan investasi jangka panjang untuk sepak bola Indonesia. Dengan fasilitas yang memadai, diharapkan Indonesia dapat menghasilkan pemain-pemain berkualitas yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Penghargaan dari FIFA ini menjadi motivasi bagi PSSI untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia. Dengan dukungan dari pemerintah, FIFA, dan seluruh masyarakat Indonesia, PSSI optimis dapat mewujudkan mimpi untuk membawa sepak bola Indonesia ke level yang lebih tinggi.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) adalah induk organisasi yang bertanggung jawab penuh atas pengelolaan sepakbola Indonesia.
    PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) adalah induk organisasi yang bertanggung jawab penuh atas pengelolaan sepakbola Indonesia.
    PSSI
  • FIFA merupakan badan pengendali sepak bola internasional
    FIFA merupakan badan pengendali sepak bola internasional
    FIFA
  • liputan6
    Erick Thohir kini menjabat sebagai Menteri BUMN di Kabinet Indonesia Maju.
    Erick Thohir