Cerita Toni Kroos: Di Madrid Bisa Tertawa, di Barcelona Bisa Dicoret

Eks gelandang Real Madrid itu membandingkan gaya kepelatihan Hansi Flick dengan suasana yang lebih longgar di klub lamanya.

Diperbarui 12 Juni 2025, 15:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Toni Kroos telah mengakhiri karier profesionalnya, tapi ia belum berhenti bicara soal dunia yang membesarkannya. Dalam sebuah podcast bersama sang adik, Felix Kroos, eks gelandang Real Madrid itu membandingkan gaya kepelatihan Hansi Flick dengan suasana yang lebih longgar di klub lamanya.

Kroos mengenal Flick dengan sangat baik, terutama selama memperkuat Timnas Jerman. Dari kedekatan itu, ia punya pandangan tajam mengenai betapa ketatnya sang pelatih dalam urusan kedisiplinan, termasuk soal waktu.

Hal inilah yang membuat Kroos menilai ada perbedaan besar antara Barcelona asuhan Flick dan Real Madrid tempat ia bermain selama hampir satu dekade. Ini bukan hanya dalam hal strategi, tapi juga dalam cara mengelola ruang ganti.

Tegas ala Flick: Terlambat? Dicoret!

Dalam podcast tersebut, Kroos secara jujur menyoroti salah satu kebiasaan Hansi Flick: ketat dalam urusan ketepatan waktu. Ia mencontohkan bagaimana beberapa pemain bisa dicoret dari starting XI hanya karena datang terlambat ke rapat tim.

“Dengan Hanis, beberapa pemain dicoret dari tim karena datang terlambat,” tutur Kroos, seperti dilansir SPORT, mengacu pada insiden di Barcelona yang melibatkan Jules Kounde dan Inaki Pena. Meski hanya beberapa menit, keterlambatan itu cukup untuk membuat Flick mengambil tindakan.

Menurut Kroos, keputusan semacam itu mungkin terasa berlebihan bagi sebagian pemain. Namun, bagi Flick, itu adalah bentuk profesionalisme yang harus dijaga dalam tim sebesar Barcelona.

Di Madrid? Yang Terlambat Bisa Jadi Pelatihnya

Jika di Barcelona pemain bisa dicoret karena lima menit telat, di Real Madrid situasinya bisa sangat berbeda. Kroos mengungkapkan bahwa di Madrid, keterlambatan semacam itu justru bisa dianggap hal biasa, bahkan jadi bahan tertawaan.

“Di Madrid, mereka mungkin akan tertawa,” ucap Kroos sembari tersenyum. Menurutnya, kadang tidak jelas siapa yang terlambat—pemain atau pelatih. Kekacauan kecil semacam itu dianggap lumrah dalam suasana ruang ganti yang lebih longgar.

Ia menambahkan bahwa gaya seperti Flick mungkin tidak akan diterima dengan baik di Santiago Bernabeu. “Di Madrid, jenis disiplin seperti itu tidak ada,” kata Kroos jujur.

Dua Filosofi, Dua Gaya, Tak Ada yang Mutlak

Meski begitu, Kroos tidak sedang menilai mana yang lebih baik. Ia justru menekankan bahwa keduanya punya tempat dan konteks masing-masing, sesuai dengan budaya klub dan negara tempat mereka bekerja.

“Itu hanya perbedaan filosofi,” ujarnya. Kroos mengisyaratkan bahwa gaya Flick adalah tipikal Jerman yang sangat menjunjung struktur dan ketertiban, sesuatu yang ia kenal sejak muda.

Sementara itu, di Real Madrid, pendekatannya lebih longgar, mungkin karena keberadaan banyak pemain bintang dengan ego besar yang harus dikelola dengan pendekatan berbeda. Pada akhirnya, keduanya punya cara masing-masing untuk menang.

Sumber: SPORT, Madrid Universal

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Piala Dunia 2026: Empat Final Potensial yang Menawarkan Cerita Berbeda

Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Real Madrid adalah klub besar sepak bola asal Spanyol yang bermain dalam La Liga
    Real Madrid adalah klub besar sepak bola asal Spanyol yang bermain dalam La Liga
    Real Madrid
  • Barcelona adalah salah satu klub besar dunia yang bermain di La Liga Spanyol
    FC Barcelona adalah klub sepak bola Spanyol yang dikenal dengan dominasinya di kompetisi domestik dan Eropa, serta memiliki sejarah panjang dalam pengembangan talenta muda dan strategi transfer yang dinamis.
    Barcelona
  • Toni Kroos adalah seorang pemain bola profesional di klub Real Madrid
    Toni Kroos adalah seorang pemain bola profesional di klub Real Madrid
    Toni Kroos
  • Tim Nasional Jerman merupakan salah satu negara terkuat di Eropa, bahkan dunia yang memiliki segudang gelar di berbagai ajang kompetisi
    Tim Nasional Jerman merupakan salah satu negara terkuat di Eropa, bahkan dunia yang memiliki segudang gelar di berbagai ajang kompetisi
    Timnas Jerman
  • liputan6
    Hans-Dieter atau dikenal dengan nama Hansi Flick, adalah seorang mantan pemain, dan pelatih sepak bola yang melatih Tim nasional Jerman.
    Hansi Flick