Matheus Cunha, Senjata Baru Manchester United di Era Ruben Amorim

Manchester United baru saja menutup musim terburuknya dalam puluhan tahun. Sekarang, mereka sudah mulai bergerak cepat dengan mendekati Matheus Cunha.

Diperbarui 29 Mei 2025, 20:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Manchester United baru saja menutup musim terburuknya dalam puluhan tahun. Sekarang, mereka sudah mulai bergerak cepat dengan mendekati Matheus Cunha.

Penyerang asal Brasil itu jadi bintang Wolves sejak bergabung pada awal musim 2023-24. Transfer Cunha ke MU dikabarkan tinggal menunggu pengumuman resmi.

Matheus Cunha dianggap cocok bermain dalam formasi 3-4-3 yang dijalankan Ruben Amorim. Dua musim terakhir, ia membuktikan kualitasnya di Liga Inggris.

Banyak klub Eropa yang mengincar Cunha, tapi MU berada di posisi terdepan untuk mendapatkannya. Kehadirannya diharapkan bisa memperkuat lini serang Setan Merah.

Kedatangan Cunha diharapkan jadi awal kebangkitan MU musim depan. Apakah penyerang ini bisa menjawab harapan besar fans?

Performa Mengesankan di Wolves

Cunha mencatatkan 21 kontribusi gol di Premier League musim ini, terdiri dari 15 gol dan 6 assist. Angka ini menunjukkan peningkatan dari musim sebelumnya, di mana ia mencatatkan 19 kontribusi gol.

Pemain asal Brasil ini juga menempati peringkat sembilan dalam proporsi gol tim yang dicetak dan terlibat langsung dalam 38,9% gol Wolves. Ini menegaskan perannya sebagai motor serangan utama tim.

Sejak bergabung secara permanen, Cunha telah mencatatkan 39 kontribusi gol non-penalti dalam 65 penampilan liga. Angka ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan pemain Wolves lainnya dalam periode yang sama.

Kemampuannya dalam menciptakan peluang dan mencetak gol membuatnya menjadi aset berharga bagi tim mana pun yang ingin meningkatkan daya gedor mereka.

Konsistensi dan Efektivitas

Menariknya, Cunha mencetak 15 gol musim ini dari 8,6 expected goals (xG) non-penalti, menunjukkan efisiensi penyelesaian yang tinggi. Ia juga melampaui xG-nya di musim sebelumnya, menandakan konsistensi dalam performa.

Hanya Phil Foden yang memiliki selisih lebih tinggi antara gol dan xG non-penalti dibandingkan Cunha dalam dua musim terakhir. Ini menunjukkan bahwa Cunha termasuk dalam kelompok finisher elit di liga.

Namun, mempertahankan performa seperti ini dalam jangka panjang adalah tantangan tersendiri. Hanya segelintir pemain yang mampu secara konsisten melampaui xG mereka setiap musim.

Meski demikian, Cunha telah membuktikan bahwa ia memiliki kemampuan untuk menjadi pencetak gol andal di level tertinggi.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Selain mencetak gol, Cunha juga dikenal karena kemampuannya dalam membawa bola dan menciptakan peluang. Ia termasuk dalam 15 pemain teratas yang menciptakan lebih dari 35 peluang setelah melakukan dribel. Kemampuannya dalam progresi bola sangat membantu Wolves, terutama saat bermain dengan blok rendah dan mengandalkan serangan balik. Rata-rata, ia membawa bola sejauh 8,8 meter per dribel progresif. Dalam hal dribel, Cunha menempati peringkat ketiga terbanyak di Premier League sejak musim lalu, hanya kalah dari Jeremy Doku dan Mohammed Kudus. Ini menunjukkan bahwa ia adalah ancaman nyata bagi pertahanan lawan. Kombinasi antara kemampuan membawa bola dan visi permainan membuatnya menjadi pemain serba bisa yang dapat berkontribusi dalam berbagai situasi.

Halaman
Show All
Aga Deta AndityaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan