Warisan Jamie Vardy Usai Akhiri Kisah Dongeng di Leicester City dengan 200 Gol

Dalam momen penuh emosi di King Power Stadium, Jamie Vardy menorehkan catatan sempurna pada laga perpisahannya.

Diperbarui 19 Mei 2025, 13:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam momen penuh emosi di King Power Stadium, Jamie Vardy menorehkan catatan sempurna pada laga perpisahannya. Menghadapi Ipswich Town pada pekan ke-37 Liga Inggris, Minggu (18/5/2025), penyerang 38 tahun ini melakoni penampilan ke-500 sekaligus mencetak gol ke-200 bersama Leicester City dalam perjalanan kariernya.

Di hadapan puluhan ribu pendukung, Vardy membuktikan ketajamannya. Menit ke-28 menjadi momen bersejarah ketika si nomor 9 menuntaskan umpan dari James Justin, menjebol jala Ipswich Town. Gol tersebut bukan sekadar pembuka keunggulan, tetapi juga menandai pencapaian fenomenal 200 gol yang dinantikan seluruh penggemar Leicester.

Permainan agresif dan naluri mematikan Vardy terlihat sepanjang 88 menit kehadirannya. Momentum tersebut semakin sempurna ketika Leicester menggandakan keunggulan melalui Kasey McAteer di babak kedua, mengunci kemenangan 2-0 dan memberikan perpisahan manis bagi pahlawan klub yang memutuskan hengkang setelah musim ini.

Tepuk tangan meriah menggema saat Vardy ditarik keluar menjelang pertandingan usai. Seluruh penonton berdiri, memberikan penghormatan pada sosok yang telah menjadi jantung Leicester selama lebih dari satu dekade. Tribute khusus digelar pasca pertandingan, mengenang perjalanan luar biasa pemain yang mengangkat Leicester dari Championship hingga menjuarai Premier League 2016.

Dari Pabrik ke Puncak Dunia

Perjalanan Vardy dalam sepak bola adalah cerminan tekad dan keuletan yang menginspirasi jutaan penggemar. Berawal dari liga amatir dan pernah bekerja di pabrik dengan gaji minimum, penyerang Inggris ini melakukan lompatan luar biasa ke Premier League.

Kedatangannya ke Leicester pada 2012 dari Fleetwood Town dengan nilai transfer kecil sempat diragukan. Namun, Vardy membuktikan kualitasnya. Dengan gaya bermain energik, kecepatan luar biasa, dan naluri predator, dia memberikan dimensi berbeda pada serangan Leicester. Vardy bukan sekadar pencetak gol, tetapi juga pemimpin yang menginspirasi rekan-rekannya dengan etika kerja dan dedikasi tiada henti.

Pencapaian paling gemilang Vardy adalah musim 2015-2016 ketika dia menjadi tulang punggung Leicester yang mengejutkan menjuarai Premier League. Capaian Leicester dianggap salah satu kejutan terbesar dalam sejarah olahraga. Vardy mencetak 24 gol musim itu, termasuk menggoreskan rekor mencetak gol dalam 11 pertandingan berturut-turut untuk mengalahkan rekor sebelumnya atas nama Ruud van Nistelrooy. Ironisnya Van Nistelrooy kini menjadi manajernya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Loyalitas Vardy kepada Leicester patut diapresiasi dalam era yang diwarnai perpindahan pemain demi tawaran finansial. Meski mendapat godaan dari klub-klub besar seperti Arsenal pasca musim juara, dia tetap setia. Selama 13 tahun bersama The Foxes, Vardy telah melalui berbagai dinamika, dari promosi ke Premier League, menjadi juara, bermain di Liga Champions, hingga degradasi dan kembali promosi.

Halaman
Show All
Rahmat Fathurahman, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan