Jadi Kiblat Dunia, Pordasi Bakal Ikut Terapkan Standar Animal Welfare Kuda ala Prancis

Pordasi akan belajar banyak dari Prancis agar olahraga berkuda di Indonesia semakin berkembang dan berprestasi.

OlehThomas
Diperbarui 19 Maret 2025, 11:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pierre mengatakan, untuk meningkatkan kecepatan dan stamina, mereka juga mengawinkan kuda Warmblood dengan Thoroughbred serta Anglo-Arab, yang merupakan kombinasi antara kuda Arab dan Thoroughbred. "Thoroughbred memberikan elemen kecepatan dan ketahanan, sementara Anglo-Arab menambahkan ketahanan ekstra, daya pikir cepat, dan semangat juang yang tinggi, yang sangat penting dalam disiplin cross-country," papar dia.

MoU Pordasi

Selain upaya-upaya yang sudah dilakukan peternakan, pemerintah Prancis juga memiliki peran penting dalam menjaga kesejahteraan kuda. Ketua Komisi Peternakan Kesehatan dan Registrasi Ternak Kuda PP Pordasi, Prof. Muladno menyatakan keseriusan Prancis dalam menangani kesehatan dan kesejahteraan kuda patut menjadi perhatian Indonesia. "Prancis memiliki regulasi yang ketat dan dukungan penuh dari pemerintah dalam menjaga kesejahteraan kuda. Ini yang perlu kita tiru di Indonesia," tuturnya.

Prof. Muladno menambahkan, Pordasi berkomitmen mewujudkan zona bebas penyakit kuda (Equine Disease Free Zone/EDFZ) sesuai standar internasional. Untuk mencapai ini, PORDASI terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk mengembangkan program yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan kuda di Indonesia.

Sebelumnya, Pordasi dan Kementerian Pertanian menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk meningkatkan kualitas komoditas kuda nasional sekaligus mendukung prestasi olahraga berkuda di Indonesia. Kerja sama ini berfokus pada pengembangan budidaya kuda, sistem registrasi kuda nasional, serta pembentukan EDFZ.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan