Jejak Timnas Indonesia di Piala Dunia: Partisipasi Hindia Belanda pada 1938 Masih Menjadi Acuan

Indonesia memiliki sejarah unik dalam sepak bola dunia sebagai satu-satunya negara Asia Tenggara yang pernah berpartisipasi di Piala Dunia. Partisipasi ini terjadi pada Piala Dunia 1938 di Prancis, ketika Indonesia masih berada di bawah penjajahan sehingga menggunakan nama Hindia Belanda.

Diperbarui 20 Maret 2025, 00:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pada dekade 1960-an dan 1970-an, Indonesia terus berusaha untuk lolos ke Piala Dunia tetapi sering kali terjebak dalam kualifikasi yang sulit. Pada kualifikasi Piala Dunia 1974, Indonesia hanya meraih satu kemenangan dari enam pertandingan. Di tahun-tahun berikutnya, seperti pada kualifikasi Piala Dunia 1978 dan 1982, hasilnya pun tidak memuaskan dengan hanya sedikit kemenangan.

Masa kebangkitan sepak bola Indonesia terjadi pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an. Timnas Indonesia berhasil mencapai putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 1986 dengan catatan yang cukup baik. Namun, mereka kembali gagal di tangan Korea Selatan pada putaran kedua.

Pada kualifikasi Piala Dunia 1990 dan 1994, Indonesia juga tidak mampu lolos dari babak awal. Meskipun timnas menunjukkan potensi di turnamen lain seperti Piala Asia dan SEA Games, pencapaian di Piala Dunia tetap menjadi impian yang sulit dicapai.

Asa Menuju Piala Dunia 2026

Saat ini, timnas Indonesia tengah berjuang dalam kualifikasi untuk Piala Dunia 2026. Dalam putaran awal, mereka menunjukkan performa yang menjanjikan dengan kemenangan besar melawan Brunei Darussalam.

Indonesia berhasil melaju ke putaran ketiga kualifikasi setelah menjadi runner-up grup di bawah Irak, menyisihkan rival regional Vietnam dan Filipina.

Di putaran ketiga ini, Indonesia harus bersaing dengan tim-tim kuat seperti Jepang, Arab Saudi dan Australia. Dalam enam pertandingan awal, timnas sukses merebut enam angka untuk menempati peringkat tiga klasemen sementara, dengan dua urutan teratas lolos otomatis ke turnamen utama.

Meski masih berpeluang besar, dinamika di kamar ganti mendorong PSSI mengganti Shin Tae-yong dari kursi pelatih, digantikan Patrick Kluivert. Perubahan ini diharapkan dapat membuahkan hasil maksimal bagi Indonesia.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan