Peraturan Baru untuk Kiper Disahkan, Tak Boleh Pegang Bola Lebih dari 8 Detik

IFAB, badan tertinggi sepak bola dunia. Aturan permainan sepak bola mereka yang tentukan.

OlehThomas
Diterbitkan 02 Maret 2025, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Berdasarkan penelitian, kiper biasanya hanya butuh kurang dari enam detik untuk melepaskan bola dalam serangan balik cepat. Sementara itu, saat mereka sengaja mengulur waktu, durasi bisa mencapai lebih dari 20 detik dengan taktik seperti menjatuhkan diri ke tanah sebelum perlahan bangkit kembali.

Untuk itu, IFAB percaya bahwa penerapan sistematis aturan ini dapat menghilangkan atau setidaknya mengurangi frekuensi pelanggaran dengan hukuman berupa kehilangan penguasaan bola tanpa memberikan keuntungan mencetak gol secara langsung bagi lawan.

Mengenal IFAB

Apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana? IFAB, atau International Football Association Board, badan independen yang bertanggung jawab atas Hukum Permainan (Laws of the Game/LOTG) sepak bola global, baru-baru ini mengadakan pertemuan di Glasgow pada 1 Maret 2025. Pertemuan bersama FIFA ini membahas perubahan signifikan pada aturan permainan, terutama aturan offside yang sering menuai kontroversi. Tujuannya? Meningkatkan kualitas dan keadilan permainan sepak bola di seluruh dunia.

IFAB didirikan pada 1886 untuk menyatukan aturan sepak bola yang beragam di Inggris Raya. Kini, badan ini terdiri dari empat asosiasi sepak bola tertua Inggris dan FIFA, memastikan tradisi dan perkembangan sepak bola dipertimbangkan dalam setiap perubahan aturan. Keputusan IFAB berpengaruh besar pada semua level pertandingan, dari liga amatir hingga profesional.

Perubahan aturan yang dilakukan IFAB melalui proses ketat dan sistematis. Setiap revisi bertujuan meningkatkan kualitas dan keadilan permainan. Perubahan terbaru yang dibahas, termasuk usulan 'Hukum Wenger', berpotensi merevolusi cara kita memahami dan menerapkan aturan offside.

Perubahan Aturan Offside: Usulan 'Hukum Wenger'

Salah satu usulan paling menarik adalah perubahan definisi offside. 'Hukum Wenger', jika disetujui, akan mengubah definisi offside dengan hanya menganggap pemain offside jika seluruh tubuhnya berada di depan garis pertahanan terakhir. Ini berbeda dari aturan saat ini yang seringkali menimbulkan kontroversi karena interpretasi yang rumit.

Tujuan dari perubahan ini jelas: mendorong permainan ofensif yang lebih atraktif dan mengurangi keputusan offside yang dianggap tidak adil. Dengan perubahan ini, diharapkan akan lebih sedikit momen kontroversial yang mengganggu jalannya pertandingan.

Namun, implementasi 'Hukum Wenger' tentu membutuhkan penyesuaian dan pemahaman yang mendalam dari semua pihak, termasuk wasit, pemain, dan pelatih. Perubahan ini berpotensi mengubah dinamika permainan secara signifikan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan