PSSI Resmi Umumkan Shin Tae-yong Dipecat dari Timnas Indonesia

PSSI menggelar konferensi pers di guna membahas rencana sepak bola Indonesia pada 2025 di bilangan Jakarta Pusat, Senin (6/1/2025) siang WIB. Dalam konferensi pers tersebut, dibahas pula kepastian soal masa depan pelatih Shin Tae-yong.

Diperbarui 06 Januari 2025, 13:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PSSI resmi memberhentikan Shin Tae-yong dari jabatan pelatih Timnas Indonesia. Keputusan besar tersebut diumumkan secara resmi oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam konferensi pers di Menara Danareksa, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2025) pagi WIB.

Pemecatan Shin Tae-yong terjadi setelah skuad Garuda menelan hasil mengecewakan di Piala AFF 2024. Membawa mayoritas pemain U-22, Timnas Indonesia hanya terhenti di fase grup.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir pun menilai keputusan ini diambil semata-mata untuk kebaikan tim nasional. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas kinerja Shin Tae-yong dan mengaku sudah mengantongi nama pelatih baru yang akan diperkenalkan secara resmi pada 12 Januari 2025.

"Tentu kita mengucapkan terima kasih kepada kinerja Coach Shin Tae-yong selama ini, hubungan saya sangat baik. Kita lakukan yang terbaik untuk program-program yang dikehendaki. Tapi tentu dinamika tim nasional ini perlu juga jadi perhatian khusus oleh kami dalam evaluasi," ucap Erick Thohir dalam konferensi pers di Menara Danareksa, Senin (6/1/2025) siang WIB.

"Kami sudah kami dapatkan calonnya (pengganti STY), nanti kita undang semua media untuk konferensi pers berikutnya di tanggal 12 (Januari) kurang lebih jam 4 sore. Jadi nanti kalau ada rekan-rekan media yang ingin tanya jawab dengan pelatihnya, langsung saja," tandasnya.

Sekadar informasi, Shin Tae-yong pertama kali dikontrak PSSI untuk menukangi Timnas Indonesia di akhir tahun 2019, tepatnya pada 28 Desember 2019. DIa kala itu dipercaya jadi pengganti Simon McMenemy yang kala itu juga tampil kurang memuaskan bersama skuad Garuda.

 

Profil Shin Tae-yong

Sebelum berkiprah bersama skuad Garuda, pria kelahiran 1970 itu merupakkan mantan pemain sepak bola profesional Korea Selatan dan sudah punya pengalaman melatih di negara asalnya.

Adapun STY mengawali karier kepelatihan sebagai asisten di Queensland Roar, Australia, terhitung sejak 2005 hingga 2008. Setelahnya, pelatih berusia 54 tahun itu diberi kesempatan menjadi juru taktik interim di Seongnam Ilhwa.

Sepanjang periode tersebut, STY berhasil mengukir prestasi dengan mengantar timnya keluar sebagai runner-up di dua ajang, yakni K League 2009 serta Piala FA Korea di tahun yang sama.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Pencapaian tersebut membawa dia dipercaya menjadi pelatih kepala, di mana Shin Tae-yong kembali mempersembahkan trofi berupa juara Liga Champions AFC 2010 serta Piala FA Korea 2011. Catatan ini juga sekaligus menjadi STY sebagai orang pertama yang mampu memenangkan Liga Champions AFC dengan predikat pemain (1995) dan pelatih (2010). Sementara itu di level internasional, Shin Tae-yong juga menimba pengalaman mulai dari asisten pelatih. Dia pernah mendampingi Uli Stielike ketika Timnas Korea Selatan mencapai final Piala Asia 2015. Sebagai pelatih, STY juga pernah dipercaya menukangi Timnas Korea Selatan U-23 serta U-20. Di peran pertama, dia mengantar pasukannya tampil dalam Olimpiade 2016 usai jadi runner-up Piala Asia U-23 2016. STY membawa Taeguk Warriors sampai perempat final ajang olahraga multievent terakbar dunia.S Sementara itu dengan skuad U-20, STY mendampingi anak-anak asuhnya sat berpartisipasi dalam turnamen Piala Dunia U-20 2017 di Korea Selatan. Sayangnya, dia kala itu cuma berhasil membawa tim sampai 16 besar. Shin Tae-yong akhirnya diangkat menjadi pelatih kepala tim senior setelah Uli Stielike ditendang menyusul performa buruk ang dia catatkan. Di bawah asuhannya, Korea Selatan tampil di Piala Dunia 2018 serta mengalahkan juara bertahan Jerman dengan keunggulan 2-0.

Halaman
Show All
Theresia Melinda IndrasariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan