Kaleidoskop 2024: Sejarah Baru Indonesia di Olimpiade 2024, Paralimpiade 2024 dan Balap Motor

Prestasi membanggakan juga ditorehkan pembalap motor Aldi Satya Mahendra dengan menjadi juara dunia.

OlehThomas
Diperbarui 31 Januari 2025, 22:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Tak terasa tahun 2024 akan segera berakhir dalam hitungan hari. Di tahun Naga Kayu ini Indonesia mampu meraih prestasi cukup membanggakan di kancah olahraga internasional termasuk dua event terbesar Olimpiade dan Paralimpiade 2024 yang berlangsung di Paris, Prancis.

Pada Olimpiade 2024, Tim Indonesia sukses mengulang prestasi 1992 dengan merebut dua medali emas. Yang luar biasanya, untuk pertama kalinya ada cabang olahraga lain di luar bulu tangkis yang bisa mendapatkan emas di Olimpiade.

Kedua medali emas Indonesia di Olimpiade 2024 diraih dari cabor panjat tebing dan angkat besi. Panjat tebing sendiri baru debut di Paris. Sedangkan di angkat besi, Indonesia biasanya mentok-mentok di medali perak.

Medali emas pertama Indonesia di Paris dipersembahkan Veddriq Leonardo dari cabang olahraga panjat tebing. Veddriq menjadi yang terbaik di kategori speed putra.

Di partai puncak, Veddriq menaklukkan wakil China Wu Peng dalam laga final nomor speed putra yang digelar di Le Bourget Sport Climbing Venue. Veddriq finis dengan catatan waktu 4,75 detik, sedang lawannya terpaut tipis dengan torehan 4,77 detik.

Kemudian Emas kedua dipersembahkan atlet angkat besi Rizki Juniansyah. Rizki menjadi yang terbaik di nomor 73 kg. Pada pertandingan di Paris Expo Porte de Versailles, Rizki sempat memulai dengan gugup. Rizki gagal pada angkatan pertamanya di snatch. Baru pada angkatan keduanya Rizki sukses mengangkat beban 155 kg. Pemuda 21 tahun itu langsung melewati catatan atlet Bulgaria, Dimitrov Bozhidar.

Namun catatan Rizki kemudian bisa disamakan oleh lifter Kolombia, Luis Mosquera. Sedangkan Masanori Miyamoto dari Jepang dan Muhammed Ozbek (Turki) gagal menyamainya di angkatan ketiga.

Lifter China Shi Zhiyong kemudian sukses melewati angkatan Rizki setelah mampu mengangkat beban seberat 161 kg di percobaan pertama. Rizki sendiri gagal memperbaiki catatannya pada percobaan ketiga ketika berusaha mengangkat beban 162 kg.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Zhiyong kemudian mampu memperbaiki catatannya menjadi 165 kg di angkatan kedua snatch. Namun usahanya mempertajam catatannya menjadi 168 kg di percobaan ketiga gagal sehingga belum bisa memecahkan rekor Olimpiade miliknya. Pada clean and jerk, Rizki memulai dengan baik. Dia langsung bisa mengangkat beban 191 kg sehingga total angkatannya melejit menjadi 346 kg. Angin kemenangan berhembus ke Rizki setelah Zhiyong gagal pada tiga percobaan untuk mengangkat beban seberat 191 kg. Rizki kemudian meningkatkan beban menjadi 199 kg di percobaan kedua. Dan sukses. Total angkatan Rizki menjadi 354 kg sehingga memecahkan rekor angkatan kelas 73 kg di Olimpiade.

Halaman
Show All
Thomas, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan