Asa Iran Susanto dan Black Darts Club Sambut Darts National Competition Series 03

Black Darts Club yang didirikan oleh Iran Susanto mengincar momentum kebangkitan bersamaan dengan masa persiapan untuk menyambut Darts National Competition Series 03 yang direncanakan berlangsung pada akhir Juni 2024.

Diterbitkan 31 Mei 2024, 12:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Iran Susanto Halimah merupakan founder Black Darts Club yang punya segudang pengalaman dan kenangan selama menggeluti dunia darts. Saat ditemui di sebuah resto dan bar di Plaza Indonesia, pria yang akrab disapa Ko Iran itu menunjukkan gairah tinggi pada darts, meski dia sehari-hari berprofesi sebagai konsultan hukum

Sebagai salah olahraga komunal, darts biasanya dimainkan secara berkelompok dalam komunitas di restoran, bar, atau coffee shop yang jadi home base atau titik kumpul bagi para anggota. Sebelum pandemi COVID-19, olahraga ini sejatinya sempat menyebar secara masif di berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Batam, Surabaya, Malang, hingga Bali.

Berbagai darts team dan darts club pun terbentuk pada masa itu termask Pegasus, Happiness, Pirates, Cerberus, Overlimit, Rib Eyes, Warung Anyar, Darts Invader dan lain-lain. Setiap darts team dan darts club biasanya memiliki filosofi dan nilai-nilai tersendiri yang dikembangkan para anggota secara mandiri.

Adapun Black Darts Club milik Iran Susanto merupakan salah satu tim yang berdiri sebelum era pandemi. Dibentuk pada 2015, mereka mengusung filosofi kebersamaan dengan menjadikan komunitas sebagai tempat aman untuk menampung para pemain tanpa klub.

“Black itu didirikan tahun 2015. Filosofi yang kami usung kebersamaan, No rules No handicap in Black Darts Club. Black menjadi tempat penampungan orang-orang buangan. Pemain-pemain yang tidak punya tim dan klub. Orang-orang yang tidak punya uang buat main darts. Orang-orang yang nggak punya teman untuk bermain darts. Semua kami terima di Black” ujar Iran Susanto menceritakan awal berdirinya Black Darts Club.

Di masa kejayaannya, Black Darts Club yang dulu memiliki homebase di Der Cafe Pademangan ini sempat merajai sejumlah event dan kejuaraan olahraga darts, baik di dalam maupun di luar negeri. Black Darts Club juga pernah berkekuatan 51 anggota yang sangat beragam dari segi usia dan latar belakang.

Daya Tarik Black Darts Club

Sosok Iran Susanto yang terbuka dan asyik menjadi daya tarik bagi banyak orang untuk bergabung dengan Black Darts Club. Bukan hanya pemain darts, Iran Susanto juga kerap mengajak dan memperkenalkan olahraga darts kepada siapa saja, bahkan remaja dan anak-anak.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Menariknya, Iran Susanto Iran Susanto uga tidak segan membiayai operasional latihan para remaja dan anak-anak yang memiliki bakat, potensi, serta keseriusan di bidang darts. Hal itu membuat dirinya tak ayal jadi sosok pemimpin yang dikagumi para anggota komunitas.  “Ko Iran itu leader yang asyik. Support beliau itu total, tidak hitung-hitungan. Banyak teman yang diajarin dan dibiayai untuk bermain darts. Tidak hanya event kejuaraan di Indonesia, tetapi juga event di luar negeri seperti Malaysia, Singapira, Hongkong dan Makau. Saya gabung ke Black karena Ko Iran” ucap Ediyanto Othe, salah satu member senior Black Darts Club. Senada dengan Ediyanto Othe, Juliane Julius, yang jadi anggota paling muda dalam Black Darts Club sejak bergabung di usia 12 tahun pada 2017, juga punya pandangan positif soal sosok Iran Susanto. Dia menganggap pendiri Black Darts Club sebagai pribadi yang rendah hati serta ramah.  “Ko Iran itu temannya ayah saya. Banyak yang salah kira. Tampangnya saja galak, aslinya humble dan ramah, bahkan cerewet suka ngobrol. Saya beberapa kali ikut kejuaraan, merasa di-support banget sama beliau, jadi tidak terasa ada pressure dan beban,” ucapnya.

Halaman
Show All
Theresia Melinda IndrasariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan