Nyaris Tembus Olimpiade Paris 2024, PSSI Beber 1 Hal yang Kurang dari Timnas Indonesia

PSSI membeberkan masih ada satu hal yang kurang dari Timnas Indonesia setelah anak-anak asuh Shin Tae-yong nyaris tembus ke Olimpiade Paris 2024. Apa kekurangan itu?

Diterbitkan 12 Mei 2024, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Akan tetapi, kemudian dihadirkan Argentina, sang juara dunia. Pemain kita saat lihat pemain Argentina passing saja sempat gugup. Tapi Ernando sangat terinspirasi usai melawan Argentina. Itu membuat mentalnya berubah," sambung Anggota Komite Eksekutif PSSI.

Hadirkan Panutan untuk Pemain Muda

Adapun PSSI selaku federasi sepak bola Indonesia juga sudah menjalankan strategi membangun mental pemain. Tak hanya lewat uji coba melawan negara besar, kehadiran penggawa naturalisasi senior juga dianggap bisa menjadi role model bagi pemain muda Garuda.

"Kita juga tidak bisa kuat kalau tidak ada pemain senior. Makanya PSSI ambil (Jay) Idzes, (Ragnar) Oratmangoen, dan Thom (Haye). Hasilnya, (saat lawan) Vietnam (di Kualifikasi Piala Dunia) kita menang 1-0 di sini, tapi di Hanoi kita menang 3-0. Itu bukti anak muda perlu belajar dari senior," katanya lagi.

"Pemain muda Indonesia ini butuh panutan. Makanya PSSI ambil pemain dari luar. Rafael (Struick) dan Marselino butuh panutan. Apalagi Marselino itu masih 19 tahun, jangan digebukin. (Dia) masih anak kecil, harus kita jaga," pungkas Arya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Theresia Melinda IndrasariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan