Pulangkan Negara Sendiri di Piala Asia U-23 2024, Shin Tae-yong Dapat Perlakuan Ini dari Media Korea Selatan

Shin Tae-yong menuai pujian dari media Korea Selatan menyusul kinerjanya yang ciamik bersama Timnas Indonesia U-23 di Piala Asia U-23, meski dia harus mendepak negara sendiri dari kompetisi.

Diperbarui 27 April 2024, 09:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dalam pemberitaannya, mereka menjuluki juru taktik Garuda Muda sebagai 'God Tae-yong' lantaran mampu memimpin Timnas Indonesia U-23 bermain taktis serta memperlihatkan gaya sepak bola modern di lapangan.

"Indonesia secara taktis mengalahkan Korea. Korea terjebak dalam format tiga bek sederhana dan bermain sepak bola dengan fokus pada umpan-umpan panjang yang tidak memiliki peluang kesuksesan tinggi lantaran adanya kesenjangan lebar antara lini serang dan pertahanan," ungkap Footballist lewat laporannya yang diunggah Jumat (26/4/2024).

"Di sisi lain, Indonesia menggunakan kombinasi serangan cepat dan dalam yang tepat, serta mengarahkan bola ke kotak penalti Korea."

"Taktik Coach Shin saat itu seolah mendeklarasikan bahwa Indonesia bukan lagi tim lemah. Ini adalah taktik yang sesuai dengan sepak bola modern, dan ini menjadi contoh efisien bagaimana (tim bisa) menstabilkan lini belakang sambil mengalirkan bola secara bertahap ke area ofensif," tambah mereka.

Korea Selatan Dipandang Salah Langkah

Tak sampai di situ, Timnas Korea Selatan juga dipandang salah langkah lantaran terburu-buru mendepak Shin Tae-yong pasca kegagalannya di Piala Dunia 2018. Padahal, Footballist menilai Taeguk Warriors bisa saja memberi waktu lebih bagi STY untuk menunjukkan kemampuannya.

"Pelatih Shin adalah talenta yang kami lewatkan... Dia ditugaskan sebagai (juru taktik) di timnas (senior) jelang Piala Dunia Rusia 2018. Namun karena waktu yang singkat, dia tidak sempat menunjukkan kemampuannya secara penuh," tulis Footballist.

"Sebaliknya, Indonesia memberikan waktu yang cukup (buat Shin Tae-yong). Mereka tidak hanya mempercayakan timnas senior, tetapi juga kelompok umur untuk dilatih oleh Shin. Itu adalah pilihan logis karena mereka merupakan negara yang sepak bolanya relatif lemah."

"(Kemudian STY), alih-alih membedakan pemain senior dan kelompok umur, dia malah berani merekrut penggawa-penggawa muda yang terampil ke skuad utama, sehingga menghasilkan tim yang bisa kompetitif dalam jangka panjang. Sang pelatih juga aktif mengantar pemain luar negeri (keturunan) agar tampil di Timnas Indonesia," tambah media tersebut.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Theresia Melinda Indrasari, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan