Desakan Pordasi Segera Gelar Munas Makin Kencang

Beberapa pengprov dan komunitas berkuda menyuarakan agar segera diadakan Munas PP Pordasi.

Diperbarui 21 Januari 2024, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Desakan agar Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) segera menggelar Musyawarah Nasional (Munas) terus berhembus. Komunitas equestrian, komunitas pacu dan pengurus provinsi Pordasi pada pertengahan Januari 2024 mendesak agar segera diadakan munas.

Komisi Equestrian PP Pordasi 2015-2019 Jose Rizal Partokusumo menuturkan munas perlu segera digelar lantaran adanya keprihatinan dan kekhawatiran insan olahraga berkuda di Indonesia (saved Pordasi).

“Kita menuntut segera diadakan munas, karena masa bakti 4 tahun kepengurusan 2020-2024 pada 31 Januari 2024 bakal habis. Sementara mereka (pengurus Pordasi 2020-2024) dengan jumawa dan gelap mata menggunakan SK KONI untuk memperpanjang masa bakti kepengurusan, yang tidak sesuai dengan AD ART versi terakhir tahun 2020,” terang Jose, Rabu (17/1/2024).

Menurutnya, pengurus Pordasi saat ini menafikan otonomi indepedensi organisasi Pordasi, yang bukan merupakan organisasi underbow KONI Pusat. Maka dari itu, pemerhati olahraga berkuda itu juga menuntut agar pengurus Pordasi taat azas berdasarkan AD ART. Jose mengaku resolusi untuk menggelar munas tersebut telah disuarakan langsung kepada Pejabat berwenang di PP Pordasi.

Alih-alih direspons, PP Pordasi memilih mengadakan pembahasan transformasi organisasi, dan tidak ambil pusing dengan melanggar AD ART menggunakan SK KONI sebagai landasan mengelola organisasi.

“Dimana letak sense of crisis dari mereka PP Pordasi?? Sementara itu fokusnya soal lain, yaitu transformasi organisasi dengan pemisahan disiplin-disiplin olahraga berkuda menjadi federasi terpisah satu dengan yang lain, yang tetap di bawah Pordasi sebagai konfiderasi,” ujarnya.

Nasib PP Pordasi

Jose membeberkan beredar Pesan WA dari pejabat tinggi PP Pordasi kepada pengprov Pordasi dengan komunitas berkuda alasan transformasi organisasi dengan mengutip Statuta FEI dan Keputusan CAS tahun 2015.

Jose menyatakan PP Pordasi salah mengartikannya dan beropini tanpa dasar rujukan yang dapat dipertanggungjawabkan. Selama kurun periode sejak Keputusan CAS 2015 sampai dengan hari ini Indonesia rutin menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam Event World Jumping Challenge. Kemudian, Indonesia rutin mengadakan dan berpartisipasi setiap tahunnya dalam Jumping World Cup SEA Region.

“Indonesia juga turut serta dalam SEA Games 2017 di Malaysia dan Team Polo Indonesia turut serta dalam SEA Games 2017, 2019 di Malaysia dan Filipina,” ucapnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tak hanya itu, Indonesia juga jadi tuan rumah Asian Games 2018 dan mengirim tim dalam Asia Continental Championship 2019 di Thailand. Kemudian, mengirim steward dalam Olympic 2020, yang diadakan di Jepang pada 2021 karena Covid-19, serta mengirim tim dalam Asian Games di China pada 2023.

Halaman
Show All
Liputan6.com, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan