Liputan6.com, Jakarta - Bulu tangkis adalah olahraga yang dimainkan oleh dua pemain (tunggal) atau dua pasangan (ganda) yang saling berlawanan. Tujuan dari permainan ini adalah untuk memukul shuttlecock atau bola yang digunakan dengan menggunakan raket sehingga shuttlecock melewati net dan jatuh di area lawan, sambil juga mencegah shuttlecock tidak jatuh di area sendiri.
bulu tangkis dapat dimainkan secara kompetitif di level amatir hingga profesional, serta sebagai olahraga rekreasi. Permainan ini biasanya dimainkan di dalam ruang, di lapangan yang memiliki net sebagai pemisah antara dua sisi lawan.
Shuttlecock yang digunakan dalam bulu tangkis memiliki berat ringan dan terbuat dari gabungan bulu angsa atau bebek yang disatukan di pangkalnya dan kepalanya terbuat dari kork. Raket bulu tangkis sendiri terdiri dari pegangan atau grip dan kepala raket yang terdiri dari rangka yang dipasangi senar.
Bulu tangkis menggabungkan kecepatan, ketangkasan, kekuatan, koordinasi, strategi, dan kelincahan dalam permainannya. Pemain harus mampu menguasai teknik dasar seperti servis, pukulan forehand dan backhand, smash, drop shot, dan lob untuk mengalahkan lawan.
Peraturan bulu tangkis mengatur berbagai aspek permainan, seperti skor, ukuran lapangan, aturan servis, jumlah pukulan maksimum sebelum shuttlecock harus dilemparkan ke sisi lawan, dan lain-lain.
Permainan ini juga memiliki sistem skor yang unik, di mana setiap kali terjadi kesalahan atau poin diraih, pemain atau pasangan yang memenangkan poin akan melanjutkan poin berikutnya.
Adapun bulu tangkis merupakan olahraga yang populer di banyak negara, terutama di Asia dan telah menjadi salah satu cabang olahraga resmi dalam Olimpiade.
Sejarah Bulu Tangkis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4017852/original/074569800_1652149738-young-women-playing-badminton-gym.jpg)
Sejarah bulu tangkis dapat ditelusuri kembali ke abad ke-19 di Britania Raya. Pada tahun 1873, di Kota Pune, India, sekelompok pegawai Inggris menemukan permainan tradisional India yang disebut “poona” dan mulai memainkannya. Permainan ini menggunakan raket dan shuttlecock, dan kerap dimainkan di ruangan tertutup.
Permainan poona kemudian dibawa kembali ke Britania Raya oleh tentara dan pegawai Inggris yang tinggal di India. Di Britania Raya, permainan ini mendapatkan popularitas yang cukup besar dan mulai dimainkan di klub-klub olahraga. Pada tahun 1877, Duke of Beaufort memperkenalkan permainan ini ke Hartfield's Badminton House di Gloucestershire, Inggris, dan permainan ini mulai dikenal dengan nama "badminton" sesuai dengan nama tempat tersebut.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327596/original/000770900_1782197299-cek_fakta_-_dishub_lowongan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471300/original/019987800_1768283249-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-13T124627.766.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/682652/original/ilustrasi-badminton2-140526.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/358162/original/014326800_1521191196-28468796_10215322228518340_1667268567176383478_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4882917/original/070314700_1720075353-62209cb259714a17f413f854.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263365/original/096832600_1781914237-063_2282418040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258053/original/067867800_1781307185-cyle_larin_gol_kanada_bosnia_ap_sam_balkansky.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8319326/original/066926200_1782187594-portugal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262486/original/089294900_1781817493-000_B7KZ4JN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263363/original/077170500_1781914217-AP26170799360158-Maroko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258677/original/006830300_1781400870-000_B6Z639C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261507/original/086752300_1781723618-063_2282082971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261500/original/047650500_1781713643-bosnia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263929/original/069841500_1782033777-portugal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262977/original/095515100_1781855197-20260616HK_Latihan_Timnas_Prancis_01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5467611/original/088678800_1767925314-Rizki_Juniansyah_Naik_Pangkat_Jadi_Kapten_TNI_AL-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5672562/original/057053500_1778484929-koni-targetkan-renang-9a4adc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5571942/original/077334000_1777713817-polo-air-0602d1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558649/original/062656200_1776438531-WhatsApp_Image_2026-04-17_at_16.46.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553113/original/052541700_1775896144-Screenshot_20260411_152548_YouTube.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4903399/original/019335200_1722164640-Olimpiade_2024_-_Ilustrasi_Medali_di_Olimpiade_Paris_2024_copy.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5503584/original/004011200_1771168850-20260215_173832.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5499546/original/056217700_1770789084-ai-dan-drone-berkecepatan-tinggi-warnai-olimpiade-milano-cortina-2026-liputan-6-0f06ed.jpg)