Bulu Tangkis: Pengertian, Sejarah dan Ragam Jenis Pukulan

Bulu Tangkis dapat dimainkan secara kompetitif di level amatir hingga profesional, serta sebagai olahraga rekreasi. Permainan ini biasanya dimainkan di dalam ruang, di lapangan yang memiliki net sebagai pemisah antara dua sisi lawan.

Diterbitkan 22 Juni 2023, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bulu tangkis adalah olahraga yang dimainkan oleh dua pemain (tunggal) atau dua pasangan (ganda) yang saling berlawanan. Tujuan dari permainan ini adalah untuk memukul shuttlecock atau bola yang digunakan dengan menggunakan raket sehingga shuttlecock melewati net dan jatuh di area lawan, sambil juga mencegah shuttlecock tidak jatuh di area sendiri.

bulu tangkis dapat dimainkan secara kompetitif di level amatir hingga profesional, serta sebagai olahraga rekreasi. Permainan ini biasanya dimainkan di dalam ruang, di lapangan yang memiliki net sebagai pemisah antara dua sisi lawan.

Shuttlecock yang digunakan dalam bulu tangkis memiliki berat ringan dan terbuat dari gabungan bulu angsa atau bebek yang disatukan di pangkalnya dan kepalanya terbuat dari kork. Raket bulu tangkis sendiri terdiri dari pegangan atau grip dan kepala raket yang terdiri dari rangka yang dipasangi senar.

Bulu tangkis menggabungkan kecepatan, ketangkasan, kekuatan, koordinasi, strategi, dan kelincahan dalam permainannya. Pemain harus mampu menguasai teknik dasar seperti servis, pukulan forehand dan backhand, smash, drop shot, dan lob untuk mengalahkan lawan.

Peraturan bulu tangkis mengatur berbagai aspek permainan, seperti skor, ukuran lapangan, aturan servis, jumlah pukulan maksimum sebelum shuttlecock harus dilemparkan ke sisi lawan, dan lain-lain.

Permainan ini juga memiliki sistem skor yang unik, di mana setiap kali terjadi kesalahan atau poin diraih, pemain atau pasangan yang memenangkan poin akan melanjutkan poin berikutnya.

Adapun bulu tangkis merupakan olahraga yang populer di banyak negara, terutama di Asia dan telah menjadi salah satu cabang olahraga resmi dalam Olimpiade.

Sejarah Bulu Tangkis

Sejarah bulu tangkis dapat ditelusuri kembali ke abad ke-19 di Britania Raya. Pada tahun 1873, di Kota Pune, India, sekelompok pegawai Inggris menemukan permainan tradisional India yang disebut “poona” dan mulai memainkannya. Permainan ini menggunakan raket dan shuttlecock, dan kerap dimainkan di ruangan tertutup.

Permainan poona kemudian dibawa kembali ke Britania Raya oleh tentara dan pegawai Inggris yang tinggal di India. Di Britania Raya, permainan ini mendapatkan popularitas yang cukup besar dan mulai dimainkan di klub-klub olahraga. Pada tahun 1877, Duke of Beaufort memperkenalkan permainan ini ke Hartfield's Badminton House di Gloucestershire, Inggris, dan permainan ini mulai dikenal dengan nama "badminton" sesuai dengan nama tempat tersebut.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Asosiasi bulu tangkis Dunia (Badminton World Federation) didirikan pada tahun 1934, dan pada tahun 1992, bulu tangkis menjadi cabang olahraga resmi dalam Olimpiade. Pada Olimpiade Barcelona 1992, bulu tangkis mulai dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi dengan lima nomor yang dimainkan, yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Sejak itu, bulu tangkis terus berkembang dan menjadi salah satu olahraga yang paling populer di dunia. Indonesia, China, Korea Selatan, dan Denmark adalah beberapa negara yang memiliki tradisi kuat dalam bulu tangkis dan telah menghasilkan banyak pemain terkenal di tingkat dunia. Sejarah bulu tangkis ditandai oleh perkembangan teknik dan strategi permainan. Pemain seperti Rudy Hartono dari Indonesia, Liem Swie King dari Indonesia, Morten Frost dari Denmark, dan Lin Dan dari China dianggap sebagai legenda bulu tangkis karena prestasi mereka dalam turnamen internasional. Bulu tangkis juga menjadi olahraga yang sangat kompetitif dengan berbagai turnamen bergengsi seperti Kejuaraan Dunia bulu tangkis, Piala Thomas dan Uber, dan All England Open. Pemain seperti Rudy Hartono, Susi Susanti, Taufik Hidayat, Gao Ling, Fu Haifeng, dan banyak lagi telah memberikan kontribusi besar dalam mempopulerkan dan meningkatkan kualitas olahraga ini.

Halaman
Show All
Luthfa Arisyi Senapi, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan