Indonesia Kirim 21 Atlet ke Kejuaraan Dunia Kempo 2023 di Portugal

Indonesia kembali diundang untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Kempo 2023 yang akan digelar di Portugal pada akhir April 2023.

OlehThomas
Diterbitkan 18 April 2023, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Pengurus Pusat Federasi Kempo Indonesia (PP FKI) kembali mengirim kontingen untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Kempo atau The 19th IKF World Kempo Championship 2023. Total 21 atlet Indonesia akan bertarung di di Caldas de Rainha, Portugal pada 24 sampai 30 April 2023.

Kontingen Indonesia untuk Kejuaraan Dunia Kempo 2023 telah dilepas ketua umum FKI Prof. Yasonna H. Laoly pada Senin (17/4/2023) di Kantor Kemenkumham, Kuningan, Jakarta. Kontingen Indonesia sendiri baru akan bertolak ke Portugal pada 23 Maret 2023.

Ke-21 atlet yang akan berangkat ke Kejuaraan Dunia Kempo 2023 terdiri dari 12 putra dan 9 putri. Mereka yang terpilih mewakili Indonesia merupakan atlet terbaik dari 10 provinsi FKI.

Seharusnya ada 22 atlet yang berangkat ke Portugal. Namun satu atlet terpaksa mengubur impiannya berlaga di Kejuaraan Dunia Kempo 2023 karena sedang terbaring sakit. Total rombongan Indonesia akan berkekuatan 31 orang.

Ada juga pelatih dan wasit yang turut berangkat ke Portugal. Wasit yang bertugas dalam Kejuaraan Dunia Kempo 2023 adalah Nurdin Rohim Sani, Kamin, Awad Ibrahim, dan Haspriadi. Sementara itu, dua head coach juga turut ikut yaitu Elisabeth Prahmanawaty dan Muhammad Samaun Sangaji.

"Kontingen FKI akan berangkat mengikuti The 19th IKF World Kempo Championship 2023 di Portugal. Kami mengirimkan 31 orang, seharusnya 32, tapi satu orang sakit,” kata Yasonna dalam jumpa persnya, di Inspektorat Jendera Kementerian Hukum dan HAM, Rasuna Said, pada Senin (17/4/2023). 

Persiapan Sejak Maret

Para ksatria Kempo ini sudah melakukan persiapan selama dua bulan. Diharapkan Indonesia bisa meraih prestasi membanggakan di Portugal seperti pada dua Kejuaraan Dunia Kempo sebelumnya.

“Kami harapkan atlet-atlet kita, sama seperti kami kirim ke Turki, satu tahun lalu di Tunisia, kita selalu mendapat medali emas, perak, dan perunggu yang baik dan kita peringkat kedua. Kami harapkan prestasi yang sama minimal bisa kita capai, dan kita tingkatkan," sambungnya.

“Sebelumnya, kami juga mendatangkan pelatih dari Jepang selama satu bulan lebih. Jadi betul-betul kami lakukan kesiapan dengan baik menuju kejuaraan ini. Kami harapkan bisa membawa harum nama bangsa Indonesia di kancah pertandingan kempo internasional,” lanjut Yasonna.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Di Kejuaraan Dunia Kempo 2023, FKI memasang target minimal membawa pulang 7 medali emas, 15 medali perak, 17 perunggu. “Itu minimal ya, tapi idealnya kami targetkan 11 medali emas,” tegas Yasona yang yang juga merupakan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Di Portugal, Indonesia mewaspadai Spanyol yang sering menjadi juara umum di Kejuaraan Dunia Kempo kategori tradisional. Spanyol menggirimkan jumlah atlet yang jauh lebih banyak dibanding Indonesia. FKI sendiri cuma mengikuti seperempat dari nomor yang dipertandingkan di Portugal. “Kita itu hanya mengikuti seperempat dari yang dipertandingkan, sementara negara lain mengikuti dua pertiga. Kalau kita kirim 100 orang mungkin akan juara umum, tapi mengirim itu tidak sembarangan,” tutur Chef de Mission kontingen Indonesia Timbul Thomas Lubis. “Kalau mengikuti jumlah itu pasti juara umum, tapi kan nomor satunya tradisional itu Spanyol. Tapi mereka kirim di atas 90 orang, kita cuma 21 kesatria. Empat kali lipat dari kita. Sebab, ada nomor-nomor yang kita tidak punya. Ya, selangkah demi selangahlah,” ujarnya.

Halaman
Show All
Thomas, AY YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan