Antonio Conte Kritik Habis Bos Tottenham Hotspur dan Pemain Egois

Manajer Tottenham Hotspur, Antonio Conte mengamuk dengan menyebut para pemainnya egois dan memberi kritik tajam terhadap budaya klub.

Diterbitkan 20 Maret 2023, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Manajer Tottenham HotspurAntonio Conte mengamuk dengan menyebut para pemainnya egois dan memberi kritik tajam terhadap budaya klub. Eks manajer Chelsea tersebut juga berkata Spurs dapat mengganti manajer berapa kali pun tetapi situasi mereka tidak akan pernah berubah.

Semua itu disampaikannya dalam sesi konferensi pers usai laga kontra Southampton dalam lanjutan Liga Inggris akhir pekan lalu yang berakhir imbang 3-3.

“20 tahun ada pemilik ini (Daniel Levy) dan mereka tidak pernah memenangkan sesuatu. Mengapa?” kata Conte.

Lebih lanjut, manajer asal Italia itu menyayangkan situasi yang terjadi di Tottenham karena itu dapat merusak manajer yang pernah memegang kendali di klub tersebut.

“Kesalahan hanya untuk klub atau untuk setiap manajer yang pernah ada di sini? Saya telah melihat manajer yang pernah dimiliki Tottenham. Anda berisiko menghancurkan sosok manajer dan melindungi situasi lain setiap saat,” ujar pria berusia 53 tahun tersebut.

The Lilywhites sendiri baru memenangkan satu trofi sejak Daniel Levy mengambil alih kepemilikan klub pada tahun 2001, yaitu Piala Liga pada tahun 2008. Selama periode itu, Spurs telah memiliki 11 pelatih berbeda, termasuk Mauricio Pochettino yang berhasil membawa mereka ke final Liga Champions pada tahun 2019.

Dan untuk musim ini, Tottenham Hotspur harus kembali memperpanjang puasa gelarnya hingga setidaknya musim depan setelah terdepak dari semua kompetisi yang ada.

Tanggung Jawab

Menanggapi situasi buruk tersebut, Antonio Conte menilai ini adalah saatnya klub dan para pemain mulai bertanggung jawab.

“Tidak hanya klub, manajer dan para staf. Para pemain juga harus terlibat dalam situasi ini karena ini adalah saatnya untuk merubah situasi jika Tottenham ingin berubah. Jika mereka terus-terusan seperti ini, mereka bisa mendatangkan banyak manajer baru tetapi situasinya tidak akan pernah berubah, percayalah,” kritik Conte.

>Sang juru taktik merasa para pemain tidak memiliki jiwa kompetitif dan hanya bermain untuk diri mereka sendiri. Ketika ditanya mengapa hal itu bisa terjadi, Conte mengunkapkan jika itu merupakan buah dari kebiasaan para pemain ini yang tidak pernah memperjuangkan sesuatu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

“Saya tahu ketika ada orang yang menunjukkan kepada saya ingin menjadi kompetitif, jika anda ingin berjuang, aspek ini harus dipertajam. Dan aspek ini, saya dapat katakan saat ini sangat rendah (di Tottenham). Saya hanya melihat 11 pemain yang bermain untuk dirinya sendiri. Itu semua karena mereka terbiasa seperti ini. Mereka tidak bermain untuk sesuatu yang penting di sini. Mereka tidak ingin bermain di bawah tekanan,” ungkap Conte.

Halaman
Show All
Luthfa Arisyi Senapi, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan